https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Kasus Penembakan Petani di Bengkulu Selatan, Apkasindo Minta Pemprov Tidak Memihak ke Perusahaan

Kasus Penembakan Petani di Bengkulu Selatan, Apkasindo Minta Pemprov Tidak Memihak ke Perusahaan

Sekretaris Apkasindo Bengkulu, Jon Simamora. Foto: Ist

Bengkulu, kabarsawit.com - Kasus penembakan terhadap beberapa orang petani yang tengah memperjuangkan lahan di Bengkulu Selatan kembali memicu perhatian publik.

Kali ini Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mendampingi petani dalam kasus yang melibatkan oknum PT Agro Bengkulu Selatan (ABS).

Walhi mendampingi petani dalam proses hukum yang mengakibatkan 5 orang petani mengalami luka tembakan dari oknum pengamanan perusahaan tersebut.

"Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Bengkulu Selatan. Ada dua point yang dilaporkan pertama mengenai penganiayaan yang berujung pada penembakan petani itu. Kemudian  kepemilikan senjata api ilegal," kata Jon Simamora selaku Sekretaris Apkasindo Bengkulu, Jumat (5/12).

Pihaknya mengaku sangat mendukung langkah Walhi yang terus memperjuangkan keadilan bagi petani. Sebab petani hanya mempertahankan lahannya untuk memenuhi kebutuhan hidup bukan untuk mencari kekayaan.

"Kami meminta aparat penegak hukum bertindak adil dan profesional dalam memproses kasus ini. Seluruh tindakan melawan hukum, termasuk penembakan dan penggunaan senjata api itu harus diusut tuntas," cetusnya

“Kami mengecam keras tindakan penembakan yang dilakukan oleh oknum pengamanan PT ABS itu. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” sambungnya.

Pihaknya juga mengingatkan pemerintah Provinsi Bengkulu agar tidak berpihak pada perusahaan. Kata Jon, konflik melibatkan PT Agro Bengkulu Selatan bukanlah hal baru, namun sudah bertahun-tahun merugikan masyarakat.

“Pemerintah harus hadir sebagai penengah yang adil. Jangan justru membela perusahaan. Kasus agraria ini sudah lama, dan petani kembali menjadi korban,” ungkapnya.***