https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Buruh Perempuan Perkebunan Sawit di Bengkulu Didorong Jadi Pengusaha

Buruh Perempuan Perkebunan Sawit di Bengkulu Didorong Jadi Pengusaha

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga memberikan pelatihan kepada ratusan perempuan di Bengkulu.

Bengkulu, kabarsawit.com - Ribuan emak-emak buruh panen kebun sawit di Provinsi Bengkulu dibina oleh kelompok pembiayaan prasejahtera milik BUMN PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Lampung Bengkulu.

Pemimpin cabang PT PNM Lampung Bengkulu, Deden Yoga Nugraha mengatakan, hingga Februari 2023, sebanyak 11.366 wanita di Bengkulu dibina melalui program membina ekonomi keluarga sejahtera atau PNM Mekaar. 

"Mereka diberdayakan menjadi pelaku usaha produktif. Termasuk emak-emak buruh perkebunan kelapa sawit" kata Yoga, kemarin.

Melalui program ini, perempuan prasejahtera akan membentuk kelompok sekitar 7 hingga 30 orang untuk membangun usaha produktif. Usaha tersebut akan dikelola oleh mereka dan terus dibina setiap minggunya oleh PT PNM agar usaha semakin berkembang.

"Pada dasarnya, kami memberikan pembiayaan dan pelatihan untuk membantu emak-emak di kawasan perkebunan memiliki usaha produktif dan mandiri secara ekonomi," kata Deden.

Setiap kelompok perempuan prasejahtera yang dibina oleh PT PNM, lanjutnya, akan mendapatkan pembiayaan modal usaha sekitar Rp2 juta hingga Rp7 juta. Pembiayaan tersebut bertujuan untuk membantu kelompok tersebut mengembangkan usaha yang mereka jalankan agar semakin sukses.

"Jadi tidak hanya membina dan memberikan pelatihan saja, tetapi juga diberikan modal usaha kepada kelompok perempuan prasejahtera ini," tutur Deden.

Deden mengatakan, program pemberdayaan perempuan prasejahtera ini sudah berjalan selama beberapa tahun dan berdampak positif. Bahkan banyak perempuan prasejahtera yang berhasil dan menjadi lebih mandiri secara ekonomi.

"Kami sangat senang melihat kesuksesan emak-emak yang berhasil kami bina. Mereka bisa mengembangkan usaha dengan baik dan menjadi lebih mandiri secara ekonomi," ujarnya.