https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Petani Plasma Sungai Keruh Jambi Ancam 'Ceraikan' PT KSU, Ini Penyebabnya...

Petani Plasma Sungai Keruh Jambi Ancam

Ilustrasi-petani kelapa sawit.

Jambi, kabarsawit.com - Petani Kelapa sawit di Desa Sungai Keruh, Kecamatan Tebo, Kabupaten Tebo, Jambi, kini tengah dilema. Pasalnya, hasil kebun plasma yang dibangun bersama PT Satya Kisma Usaha (KSU) tidak memuaskan. 

Seluruh operasional kebun plasma ini pun dikelola oleh PT KSU. Namun belakangan ini, terjadi persoalan yang membuat 300 petani dengan luas lahan 1.040 hektare itu kecewa. 

Petani menilai pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan perusahaan justru cenderung banyak kejanggalan. Sebab hasil kebun turun lantaran banyak tanaman yang tidak di panen. Akibatnya pun fatal karena buah membusuk di pohon.

Tidak hanya itu, informasinya kerap terjadi juga buah busuk karena terlambat memuat TBS untuk di bawa ke pabrik. Alasannya pun tidak masuk akal karena jalan licin.

Hasil yang didapat petani sejak beberapa bulan terakhir juga makin minim. Per bulannya kini petani hanya mengantongi Rp1,5 juta per hektare. 

Menurut Ketua Bidang Hukum & Advokasi DPW APKASINDO Provinsi Jambi, Dermawan Harry Oetomo, peraturan perusahaan tersebut tidak jelas (ambigu) dan harus ditertibkan.

"Bukankah lebih baik jika mempekerjakan masyarakat desa itu sendiri. Kenapa justru mempekerjakan orang lain. Padahal jumlah anggotanya 300 orang," Dermawan menjawab kabarsawit.com, Selasa (14/3).

Dermawan juga mempertanyakan sikap koperasi yang dinilai tidak tegas dengan situasi tersebut. Hak ini tentu menimbulkan banyak kejanggalan dan kecurigaan petani. "Kita khawatir hal ini bisa menimbulkan konflik sosial," jelasnya..

Mestinya pemerintahan harus hadir di tengah masyarakat untuk menyelesaikan persoalan ini. "Ini bisa diadukan ke Pemkab. Petani juga dapat menggandeng asosiasi seperti APKASINDO dan sebagainya untuk menyelesaikan permasalah ini," tandasnya.