https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Berharap 'Bank Benih' Bisa Jadi Penolong Petani Sawit di Bengkalis

Berharap

Ilustrasi-Petani kelapa sawit.

Pekanbaru, kabarsawit.com - Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau menyambut baik rencana pemerintah pusat menghadirkan Bank Benih Perkebunan (BABE-BUN). 

Rencananya, aplikasi itu akan dilaunchingkan langsung oleh Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo di Makasar pada 17 Maret 2023, pekan ini.

Menurut Kepala Dinas Perkebunan Bengkalis, Mohammad Azmir, program ini sangat bagus. Bahkan dia berharap kesulitan petani khususnya dalam memperoleh bibit sawit unggul selama ini dapat teratasi.

"Jika aplikasi ini berjalan baik, maka tidak menutup kemungkinan akan memperbaiki sektor perkebunan di Indonesia, khususnya Bengkalis," kata Azmir kepada kabarsawit.com, kemarin. 

Kendati begitu, Azmir mengaku pihaknya belum mendapatkan informasi apakah dinas perkebunan di daerah juga dilibatkan. Misalnya dalam penyaluran. Namun mengenai bibit atau benih sebelumnya Dinas Perkebunan Bengkalis dilibatkan.

Sejatinya, Pemerintah Kabupaten Bengkalis terus menggenjot realisasi peremajaan sawit rakyat (PSR). Langkah ini dilakukan selain karena banyak kebun kelapa sawit yang sudah berusia tua, juga karena banyaknya kebun yang produktivitasnya rendah.

"Banyak sekali kebun kelapa sawit milik petani kita saat ini yang produktivitasnya tergolong rendah. Luas kebun rakyat di sini mencapai 130.547,70 hektare. Rata-rata petani di sini hanya menggantungkan hidup pada hasil kebun," tuturnya.

Dari catatannya, kebun-kebun milik petani di daerah itu saat ini hanya menghasilkan tandan buah segar sebanyak 700 kg/bulan. Hasil ini tentu dinilai sangat rendah jika dibandingkan degan potensi tanaman bernama latin Elaeis Guineensis itu.

"Banyak penyebabnya. Salah satunya penggunaan bibit yang asal-asalan. Petani tidak tahu asal usul bibit yang digunakan. Bisa dikatakan bibit abal-abal atau tidak berkualitas," imbuhnya.

Selain itu, rendahnya produktivitas juga karena kurangnya perawatan yang dilakukan petani terhadap tanaman sawit. Misalnya dalam pemupukan dan sebagainya.