Dua Faktor Ini Bikin Hasil Kebun Sawit di Aceh Timur Rendah
Ilustrasi - Mobil pengangkut TBS sawit. Foto: Dirgantara
Aceh, kabarsawit.com - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) menilai produktivitas kebun kelapa sawit petani di Kabupaten Aceh Timur, Aceh, tergolong rendah.
Total luas kebun kelapa sawit petani di daerah itu sekitar 28 ribu hektare. Namun, celakanya saat ini hasil yang didapat petani per hektare rata-rata hanya 10 ton dalam satu tahun. Padahal usia tanaman sawit baru 7 tahun.
"Ada dua faktor yang mempengaruhi. Pertama karena perawatan yang sangat minim. Dimana petani kesulitan membeli pupuk yang kini harganya sangat tinggi," kata Ketua DPD APKASINDO Aceh Timur, Ibrahim Mar kepada kabarsawit.com, kemarin.
Malah akibat perawatan buruk, ada kebun kelapa sawit petani di Aceh Timur yang tumbuh hanya 50 batang di lahan satu hektare. Ini akibat banyaknya tanaman yang mati karena kurangnya perawatan.
Kemudian faktor yang kedua, lanjut Ibrahim, banyak petani yang salah memilih bibit. Petani justru menggunakan bibit yang tidak diketahui asal usul dan kualitasnya.
"Dulu petani kurang memahami tentang bibit bermutu. Malah kadang tunasan yang tumbuh di bawah pohon sawit dikutip dan ditanam kembali. Ini yang bikin produktivitas kebun rendah," ujarnya.
Untuk itu solusi agar produktivitas kebun kian mentereng hingga kantong petani makin tebal, harus melakukan peremajaan sawit dengan mengganti bibit unggul.







