https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Waspada! Muncul di Medsos Modus Baru Penipuan Berkedok Bantuan Bibit Sawit

Waspada! Muncul di Medsos Modus Baru Penipuan Berkedok Bantuan Bibit Sawit

Ilustrasi main medsos. Foto: republika.id

Jakarta, kabarsawit.com - Modus penipuan berkedok Program Bantuan Bibit Sawit mulai menyasar masyarakat melalui media sosial. 

Pelaku menyebarkan tautan pendaftaran yang mengatasnamakan program pemerintah untuk menarik korban mengisi data pribadi. Padahal, setelah ditelusuri, program tersebut tidak pernah diumumkan secara resmi.

Hoaks ini beredar melalui akun Facebook bernama "Nastin Asti" yang mengklaim membuka pendaftaran bantuan bibit sawit gratis. Unggahan tersebut mengajak masyarakat mengklik tautan tertentu agar bisa memperoleh bantuan dari pemerintah.

Sekilas tawaran itu tampak meyakinkan. Namun, hasil pemeriksaan fakta menunjukkan tautan tersebut bukan mengarah ke situs resmi pemerintah, melainkan ke halaman yang meminta pengunjung memasukkan data pribadi, seperti nama lengkap hingga nomor Telegram aktif.

Berdasarkan penelusuran Tim Pemeriksa Fakta Mafindo yang dipublikasikan melalui TurnBackHoax.id, tautan itu sama sekali tidak terhubung dengan laman resmi Kementerian Pertanian maupun Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Artinya, klaim mengenai pendaftaran bantuan bibit sawit tersebut tidak memiliki dasar resmi.

Tim pemeriksa fakta kemudian menelusuri informasi mengenai program bantuan bibit sawit melalui kanal resmi BPDP dan Kementerian Pertanian. Hasilnya, tidak ditemukan satu pun pengumuman mengenai pembukaan pendaftaran bantuan bibit sawit gratis bagi masyarakat sebagaimana diklaim dalam unggahan yang beredar.

Yang memang sedang dibuka BPDP saat ini adalah Program Grant Riset BPDP 2026. Namun, program tersebut diperuntukkan bagi perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan peneliti untuk pendanaan riset, bukan bantuan bibit sawit kepada petani maupun masyarakat umum.

Pakar keamanan digital berulang kali mengingatkan bahwa tautan palsu seperti ini umumnya digunakan untuk mengumpulkan data pribadi korban. Informasi yang berhasil dikumpulkan kemudian berpotensi disalahgunakan untuk berbagai aksi penipuan, mulai dari phishing, pembajakan akun, hingga penyalahgunaan identitas.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah tergoda dengan iming-iming bantuan pemerintah yang hanya beredar melalui media sosial. Setiap informasi mengenai bantuan resmi seharusnya diumumkan melalui kanal resmi kementerian atau lembaga penyelenggara.

Sebelum mengklik tautan apa pun, pastikan alamat situs menggunakan domain resmi pemerintah dan hindari mengisi data pribadi apabila sumber informasi tidak jelas. Langkah sederhana tersebut dapat mencegah masyarakat menjadi korban pencurian data.

Berdasarkan hasil verifikasi Mafindo, klaim mengenai tautan pendaftaran Program Bantuan Bibit Sawit dipastikan hoaks atau fabricated content. Masyarakat diimbau segera mengabaikan, tidak membagikan ulang, serta melaporkan unggahan serupa agar tidak semakin banyak korban yang terjebak.***