https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Tim Faperta Unja Dampingi Petani Sawit di Jambi Menghadapi Replanting, Poniran: Sangat Membantu

Tim Faperta Unja Dampingi Petani Sawit di Jambi Menghadapi Replanting, Poniran: Sangat Membantu

Tim pengabdian FAPERTA UNJA sedang mengaplikasikan inovasi FEROTRAP pada sawit petani di Muaro Jambi, Foto : Ist

Jambi, kabarsawit.com - Tim Pengabdian Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Jambi (UNJA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema “Model Penguatan Agribisnis Sawit Swadaya Melalui Adopsi FEROTRAP untuk Ketahanan dan Keberlanjutan Ekonomi Petani pada Masa Replanting di Muaro Jambi”.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Senin (10/8), dengan fokus memberikan penguatan kepada petani sawit swadaya dalam menghadapi masa replanting atau peremajaan tanaman.

Melalui kegiatan tersebut, tim pengabdian memperkenalkan adopsi FEROTRAP sebagai Temukan lebih banyak

Kegiatan pengabdian dipimpin Karina Rahmah, S.P., M.Si., selaku ketua tim. Tim tersebut melibatkan Dr. Mirawati Yanita, S.P., M.M., Ulidesi Siadari, S.P., M.Sc., Sri Utami Lestari, S.P., M.Si., Ir. M. Farandika Akbar, S.P., M.Si., dan Muhammad Abdurokhim, S.P., M.P. sebagai anggota pelaksana.

Dalam pelaksanaannya, tim memberikan pemahaman kepada petani mengenai penguatan agribisnis sawit swadaya, khususnya strategi menghadapi masa replanting yang menjadi salah satu tantangan terhadap keberlanjutan ekonomi petani.

 

Ketua Tim Pengabdian, Karina Rahmah, menjelaskan bahwa masa replanting merupakan periode penting yang membutuhkan strategi agar keberlanjutan ekonomi petani tetap terjaga.

 

“Kegiatan ini kami laksanakan untuk mendampingi petani sawit swadaya agar memiliki pemahaman dan kesiapan dalam menghadapi masa replanting. Melalui pengenalan dan adopsi FEROTRAP, kami berharap petani dapat memperoleh alternatif inovasi yang mendukung pengelolaan perkebunan sekaligus memperkuat keberlanjutan ekonomi mereka,” ujarnya.

Menurut Karina, penguatan kapasitas petani tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis perkebunan, tetapi juga bagaimana petani dapat mempertahankan keberlangsungan usaha dan sumber pendapatan di tengah proses peremajaan tanaman.

 

Salah satu petani peserta kegiatan, Poniran, menyambut baik pendampingan yang diberikan tim pengabdian UNJA. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan tambahan pengetahuan mengenai inovasi yang dapat diterapkan dalam pengelolaan perkebunan sawit swadaya.

 

“Kami mendapatkan pengetahuan baru mengenai pengelolaan kebun dan penggunaan FEROTRAP. Pendampingan seperti ini sangat membantu kami sebagai petani, terutama dalam menghadapi masa replanting. Kami berharap inovasi yang diperkenalkan dapat kami manfaatkan dengan baik dan memberikan manfaat bagi keberlanjutan usaha kebun kami,” tuturnya.

 

Selama kegiatan berlangsung, para petani mengikuti penyampaian materi, diskusi, serta pengenalan penerapan FEROTRAP di lingkungan perkebunan.


Interaksi antara tim pengabdian dan petani juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut untuk membahas kondisi serta berbagai tantangan yang dihadapi petani sawit swadaya di lapangan.

Melalui kegiatan ini, UNJA berharap penguatan agribisnis sawit swadaya dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Pendampingan dan adopsi inovasi diharapkan mampu membantu petani menghadapi masa replanting, sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi dan produktivitas perkebunan sawit di Kabupaten Muaro Jambi.***