https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Didorong, Perubahan Pola Pikir dalam Membangun Pertanian

Didorong, Perubahan Pola Pikir dalam Membangun Pertanian

Foto bersama usai Plt Dirjenbun Heru Tri Widarto memberikan kuliah umum di Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu, Kamis (20/8). Foto: Ist

Palu, kabarsawit.com - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Heru Tri Widarto, mendorong terjadinya perubahan pola pikir dalam pembangunan pertanian. 

"Kita harus mengubah mindset dari negara pengimpor menjadi negara pengekspor. Pertanian Indonesia harus mampu menghasilkan produk yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga berdaya saing di pasar global,” ujarnya.

Heru Tri Widarto mengatakan hal tersebut saat hadir mewakili Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam kuliah umum di Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu, Kamis (20/8).

Pada bagian lain, Heru mengatakan transformasi pertanian Indonesia tidak hanya berbicara mengenai teknologi, tetapi juga perubahan menyeluruh untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Transformasi pertanian harus kita dorong melalui modernisasi, inovasi, dan digitalisasi. Pemanfaatan teknologi menjadi penting untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian,” ujar Heru.

Menurut Heru, modernisasi tersebut harus berjalan beriringan dengan penguatan kelembagaan petani. 

“Petani harus memiliki kelembagaan yang kuat agar mampu meningkatkan kapasitas, memperkuat posisi tawar, serta berkembang sebagai pelaku usaha pertanian,” kata Heru dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu (22/8).

Heru juga menekankan pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian. 

"Kita tidak boleh berhenti pada produksi bahan mentah. Hilirisasi harus didorong agar hasil pertanian memiliki nilai tambah dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.

Selain teknologi dan hilirisasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam transformasi pertanian. 

"Kita membutuhkan SDM pertanian yang kompeten, adaptif, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi serta perubahan dunia usaha,” kata Heru.***