https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Mentan: Pemerintah Sapkan Sejumlah Langkah untuk Mengantisipasi Dampak Kekeringan terhadap Perkebunan Sawit

Mentan: Pemerintah Sapkan Sejumlah Langkah untuk Mengantisipasi Dampak Kekeringan terhadap Perkebunan Sawit

Mentan Andi Amran Sulaiman. Foto: kompas.com

Jakarta, elaeis.co – El Nino mulai menjadi perhatian bagi sektor perkebunan sawit Indonesia. Kondisi kering yang menyertai fenomena tersebut dikhawatirkan mengganggu pertumbuhan tanaman hingga produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Namun, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman justru menyampaikan kabar yang relatif menenangkan.

Ia meyakini El Nino tidak akan memberikan dampak besar terhadap produksi CPO Indonesia.

"Jadi kalau sawit, mudah-mudahan tidak dampaknya. Mungkin ada pengaruhnya tetapi mudah-mudahan tidak besar," kata Amran di Karawang, Senin (31/8).

Menurut Amran, pemerintah tetap menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak kekeringan terhadap perkebunan sawit. 

Salah satu perhatian utama adalah memastikan kebutuhan pupuk tersedia dan bisa diterima tanaman tepat waktu.

Bukan cuma soal pupuk, pemeliharaan tanaman dan pengendalian hama juga dinilai penting untuk menjaga kondisi kebun selama periode kering

"Upaya kita adalah tentu jangan sampai kekurangan pupuk. Pupuknya harus tepat waktu, kemudian pemeliharaannya, kemudian hama, kemudian dampak kekeringan," ujarnya.

Amran juga membedakan kondisi tanaman sawit yang masih dalam tahap pertumbuhan dengan tanaman yang sudah menghasilkan.

Tanaman yang masih muda, kata dia, berpotensi mengalami stagnasi pertumbuhan ketika menghadapi kondisi yang kurang mendukung.

Sementara itu, tanaman sawit yang sudah besar dan masuk fase produksi perlu mendapat perhatian lebih, terutama jika kekeringan berlangsung cukup lama.

Karena itu, ketersediaan air menjadi salah satu hal yang perlu dijaga.

"Kalau ada sawit yang baru tumbuh, stagnan. Oh tetapi produksinya yang dimaksud ya? Yang sudah besar kalau bisa diairi, gitu. Banyak langkah-langkah kita," kata Amran

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap dampak El Nino terhadap produktivitas sawit bisa ditekan. 

Artinya, kekeringan tak serta-merta membuat produksi CPO nasional anjlok. Di tengah kekhawatiran terhadap El Nino, Amran juga menyinggung kinerja sawit Indonesia sebelumnya.

Ia mengatakan ekspor sawit Indonesia mengalami peningkatan dari sekitar 26 juta ton menjadi 32 juta ton pada tahun lalu. 
Angka tersebut mencakup produk sawit yang telah diolah setengah jadi maupun produk yang diekspor secara langsung.

"Karena CPO kita tahun lalu kan meningkat, dari ekspor 26 menjadi 32 juta ton dengan seluruhnya ya, yang sudah diolah setengah jadi dan yang diekspor langsung," katanya.

Kenaikan tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa industri sawit nasional masih memiliki kinerja yang kuat.

Meski begitu, ancaman cuaca ekstrem tetap tak bisa diabaikan. Pasalnya, kekeringan berkepanjangan dapat memengaruhi kondisi tanaman, terutama ketika ketersediaan air terbatas.

Pemerintah pun memilih langkah antisipasi dengan menjaga pemupukan, pemeliharaan, pengendalian hama, hingga memastikan tanaman yang sudah menghasilkan memperoleh cukup air.

Jadi, apakah El Nino akan membuat produksi CPO Indonesia anjlok?

Untuk saat ini, Mentan Amran menilai dampaknya tidak akan besar. 

Pemerintah masih optimistis produksi sawit nasional dapat tetap terjaga selama langkah-langkah mitigasi dilakukan dengan tepat.***