Babel Dapat Jatah PSR 900 Hektare, Begini Kata APKASINDO
Ilustrasi - perkebunan kelapa sawit.
Babel, kabarsawit.com - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) mendukung penuh program peremajaan sawit rakyat (PSR) yang akan berjalan seluas 900 hektare di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada tahun ini.
Sebelumnya, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sepakat menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terkait Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun (PKSP).
Total 900 hektare lahan perkebunan kelapa sawit di Babel bakal direplanting tahun ini. Kesepakatan itu terjalin empat hari lalu di Jakarta.
Ketua APKASINDO Babel, Sahurudin menyebut, peremajaan sawit di daerahnya merupakan komitmen yang tepat untuk mendukung tercapainya kelapa sawit berkelanjutan.
"Demi kebaikan semua petani kelapa sawit di Babel, tentu kita akan mendukung program yang membantu petani," kata Sahurudin kepada kabarsawit.com, kemarin.
Dukungan itu tentu tidak lepas dari terus meningkatnya luas kebun kelapa sawit di Babel. Dari catatan Dinas Perkebunan Babel, saat ini luas kebun kelapa sawit sudah menyentuh 21.885,48 hektare. Kebun itu merupakan milik petani swadaya yang belum bermitra.
Peningkatan tersebut tersebar di delapan kecamatan. Sementara tahun 2021 luas kebun sawit hanya sebesar 15.750,99 hektar.
Sahurudin mengatakan, peningkatan luasan kebun tersebut lantaran banyak petani komoditi lain beralih membudidayakan kelapa sawit. Misalnya petani karet yang kebunnya sudah tidak berproduksi beralih ke kelapa sawit.
"Selain kebun komoditi lain, banyak juga lahan bekas tambang yang berubah menjadi kebun sawit. Kalau hutan di Babel sudah tidak ada lagi. Perkembangan ini tentu kita harapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat," imbuhnya.








