https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Pekerja Lokal Harus Terlibat dalam Pembangunan Pelabuhan CPO di Mukomuko

Pekerja Lokal Harus Terlibat dalam Pembangunan Pelabuhan CPO di Mukomuko

Ilustrasi - pembangunan pelabuhan.

Bengkulu, kabarsawit.com - Pembangunan pelabuhan pengiriman minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di Kecamatan Teramang Jaya, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, telah memasuki tahap pengkajian teknis dengan total rencana anggaran Rp500 miliar.
 
Bupati Mukomuko H Sapuan mengatakan, dalam pembangunan Pelabuhan pengiriman CPO di daerah kawasan Kubang Badak tersebut lebih kurang membutuhkan tenaga sekitar 500 orang. 

Karena itu, Pemkab Mukomuko akan membikin Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang jumlah pekerja lokal yang harus sebanyak 80 persen masuk ke perusahaan. 

“Perda yang mengatur tentang jumlah pekerja lokal sebanyak 80 persen, dan sisanya dari luar akan kita terapkan di dalam pembangunan pelabuhan CPO tersebut, agar setiap masyarakat merasakan adanya dampak positif dari pembangunan pelabuhan,” katanya, kepada kabarsawit.com, kemarin.

Namun, lanjutnya, tenaga kerja lokal yang dipekerjakan memiliki keterampilan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Jika tidak, maka implementasi Perda itu nantinya hanya menyerap tenaga ahli dari luar.

“Perda tentang pekerja lokal sudah siap kita terapkan, saat ini Pemkab Mukomuko tengah menyusun Perda yang mengatur tentang kepemilikan saham di perusahaan tersebut nantinya,” ujarnya.

Pemkab Mukomuko berkomitmen memprioritaskan penyiapaan tenaga kerja lokal nantinya untuk dapat bekerja di pelabuhan pengiriman minyak kelapa sawit tersebut guna mengurangi pengangguran di daerah.

Lanjut Bupati, pihaknya optimis dengan adanya Pelabuhan CPO ini akan meningkatkan nilai investasi di Kabupaten Mukomuko, setelah itu manfaatnya juga akan dirasakan petani sawit. 

Sebab jika Pelabuhan semakin dekat dengan pabrik tentu biaya produksi CPO sampai dengan pengiriman akan berkurang, otomatis akan mempengaruhi harga beli tandan buah segar sawit petani yang ada.

“Sampai saat ini masih dalam tahap persiapan. Kemungkinan besar proyek akan kita pada akhir tahun ini,” tandasnya.