https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

SAMADE: Kalau Kanola, Soybean dan Sunflower Tidak Laku, Jangan Jelek-jelekkan Sawit

SAMADE: Kalau Kanola, Soybean dan Sunflower Tidak Laku, Jangan Jelek-jelekkan Sawit

Wakil Ketua Umum SAMADE Abdul Aziz saat berorasi.

Jakarta, kabarsawit.com - Semangat Wakil Ketua Umum asosiasi petani sawit Sawitku Masa Depanku (SAMADE), Abdul Aziz berkobar saat melakukan orasi dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor Kedutaan Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Rabu kemarin.

Petani sawit dari Provinsi Riau itu tampak lantang membeberkan fakta bahwa sawit menang telak atas minyak nabati lain dari Eropa, seperti rapeseed, soybean dan sunflower

"Eropa sebaiknya lihat dulu apa sebenarnya yang terjadi, apa sebenarnya yang ada di Indonesia," kata Aziz saat memulai orasinya.

Fakta pertama yang diungkapnya adalah bahwa penggunaan lahan sawit jauh lebih efisien dibandingkan tiga jenis minyak nabati lain yang diproduksi di Eropa. 

"Anda (Eropa, red) harus tau bahwa Indonesia hanya punya 16,38 juta hektar sawit dari luas daratan Indonesia ini yang mencapai 190 juta hektar. Sementara Soybean itu, luasnya sudah 127 juta hektar, ditambah lagi rapeseed 37 juta hektar, ditambah lagi sunflower mencapai 26 juta hektar," ungkapnya. 
 
Dengan demikian, lanjut dia, tiga jenis minyak nabati itu sudah menghabiskan sekitar 200 juta hektar lahan. Dan itu berarti sudah melebihi luas daratan Indonesia. 

"Jadi dimana sesungguhnya, bahasa anda yang mengatakan bahwa sawit itu berisiko tinggi terhadap lingkungan?" sambungnya. 

Selian perkebunan sawit yang hanya kirang dari 10 persen dari luas daratan, Aziz menyebutkan bahwa Indonesia juga memiliki tutupan hutan yang masih sangat luas. Yakni masih mencapai 80 juta hektar. 

"Jadi berhentilah mengatakan kalau sawit Indonesia itu begini dan begitu. Kami minta anda untuk fair saja kita bersaing. Jadi kalau kanola anda, soybean anda, sunflower anda tidak laku, jangan jelek-jelekkan sawit," tegasnya.