https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Tiga Bulan Terakhir, Harga Sawit di Mukomuko Cenderung Stabil

Tiga Bulan Terakhir, Harga Sawit di Mukomuko Cenderung Stabil

Ilustrasi-TBS kelapa sawit.

Bengkulu, kabarsawit.com - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko tiga bulan terakhir cenderung stabil dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. 

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, M Rizon mengatakan, harga TBS tiga bulan terakhir relatif stabil di atas Rp2.000/kg, meskipun ada naik turun harga, namun hanya berkisar Rp50 hingga Rp100/Kg.

“Saat ini harga sawit di daerah relatif tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini didorong dengan kualitas TBS yang dipanen, karena itu, ini harus dipertahankan agar menjaga kestabilan harga,” jelas Rizon, kepada kabarsawit.com, kemarin.

Rizon menjelaskan, selain dipengaruhi kualitas TBS, membaiknya harga jual CPO juga jadi referensi. Sejauh ini diungkapnya harga CPO yang mengacu pada Pasar Internasional Roterdam cenderung tidak stabil hingga membuat harga di Indonesia lebih stagnan.

Selain itu dijelaskannya, kondisi pekan pertama Ramadan, harga TBS tertinggi sebesar Rp 2.200/Kg di PT Muko Panen Raya Mandiri dan terendah di angka Rp2.080/KG di PT Surya Andalan Primatama.

Lalu di PT Sapta Rp2.1300/Kg, PT Mukomuko Indah Lestari Rp2.180/Kg, PT Sentosa Sejahtera Sejati Rp2.170/Kg, PT Karya Agro Sawitindo Rp2.160/Kg, PT Daria Dharma Pratama Rp2.260/Kg, PT Gajah Sakti Sawit Rp2.210/Kg, PT Usaha Sawit Mandiri Rp2.140/Kg.

Menjelang masa libur Cuti Idul Fitri, Rizon juga meminta agar para petani memanen sawit lebih awal jelang lebaran namun tetap mengedepankan kondisi kematangan TBS mengingat belasan pabrik akan mulai berhenti beroperasi pada 17 April mendatang.

“Agar diingat, sebelum lebaran petani harus memperhatikan kematangan buahnya atau yang belum saatnya panen jangan dipaksakan. Meski panen serentak karena mengejar jadwal pabrik tutup jelang Idul Fitri. Sebab itu nanti sangat berpengaruh dengan penjualan di pabrik,” pungkas Rizon.