Cangkang Sawit Topang Penerimaan Bea Keluar
Petugas Bea Cukai Bengkulu melihat cangkang sawit.
Bengkulu, kabarsawit.com - Penerimaan Bea Cukai Provinsi Bengkulu didominasi oleh aktivitas bea keluar dari ekspor cangkang sawit dengan nilai realisasi sebesar Rp1.07 miliar.
Pejabat Fungsional Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Bengkulu, Budi Sulaksono mengatakan realisasi penerimaan negara dari bea keluar hingga Februari 2023 naik secara signifikan dibandingkan periode yang sama di tahun 2022.
"Ada peningkatan kinerja ini disumbang oleh peningkatan aktivitas ekspor cangkang sawit yang meningkat pada periode bulan Februari lalu," kata Budi usai rilis Kinerja APBN 2023, kemarin.
Budi mengungkap bahwa ekspor cangkang sawit menjadi peluang emas yang dapat dioptimalkan pengelolaannya oleh seluruh pelaku usaha di Provinsi Bengkulu, karena ini dapat berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Awal tahun lalu PT Inti Persada melakukan ekspor perdana sebanyak 8,5 ribu ton cangkang sawit ke Negara Thailand. Ini bisa menjadi pintu keluar untuk para pengusaha melakukan ekspor yang sama," katanya.
Budi melihat masih banyak stok cangkang sawit di daerah asalan perusahaan Pengelolaan crude palm oil atau minyak kelapa sawit mentah yang bisa ekspor sebagai komoditas bahan bakar.
Hanya saja kendalanya saat ini adalah buyer atau pun permintaannya yang masih terbatas. "Kan tidak mungkin juga eksportir kita mengespor cangkang sawit kalau tidak ada permintaan," terangnya.
Karenanya Ia berharap kedepan permintaan ekspor cangkang sawit dapat lebih maksimal. Terlebih saat ini sudah ada permintaan kontrak dari Thailand untuk memenuhi kebutuhan sumberdaya alternatif cangkang sawit selama setahun penuh.
"Tahun lalu kami menerbitkan enam dokumen Pemberitahuan Pabean Ekspor (PEB) dengan jumlah sekira 60 ribu ton tujuan Jepang dan tahun ini Thailand. Dengan pembuka ini, mudah-mudahan nilainya bisa melebihi yang diharapkan," tutup Budi.








