Mulai 18 April, Perusahaan Sawit di Bengkulu Libur
Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu Ricky Gunarwan.
Bengkulu, kabarsawit.com - Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu Ricky Gunarwan mengungkapkan, pada 18 April seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di daerah itu libur karena menyambut lebaran Idul Fitri 2023.
"Semua sudah laporkan ke kami, bahwa perusahaan sepakat berhenti beroperasi atau membeli tandan buah segar (TBS) sawit pada 18 April hingga paling cepat hingga 24 April," kata Ricky kepada kabarsawit.com, kemarin.
Untuk itu Ricky mengingatkan petani agar menjual hasil panen TBS kelapa sawit ke pabrik sebelum jadwal penutupan pabrik tersebut.
”Pabrik kelapa sawit tutup itu memang wajib dilakukan saat menjelang lebaran Idul Fitri. Pabrik, sesuai aturan tetap harus tutup sebelum lebaran," kata dia.
Dijelaskannya, Ricky jadwal penutupan tersebut ditegaskan belum final. Karena, masih memastikan waktu Hari Raya Idul Fitri. Untuk itu, atas rencana pabrik tutup itu, para petani untuk segera menjual hasil panen sawitnya.
“Silahkan dijual sebelum pabrik tutup. Jangan sampai sawitnya tidak laku karena pabrik tutup sehingga hasil panennya membusuk,” tegas Ricky.
Lanjut Ricky, menjelang penutupan, harga TBS kelapa sawit saat ini masih stabil di angka Rp2 ribuan per kilogram. Hal ini merujuk pada ketetapan harga pada pekan kedua bulan Maret, sebesar Rp2.140,46 per kilogram ditingkat pabrik.
“Kalau harga masih stabil. Penurunan biasanya di dua hari sebelum penutupan,” ujar Ricky.
Harga TBS kelapa sawit yang masih stabil itu, menurut Ricky, diharapkan terus meningkatkan ekonomi masyarakat sehingga ekonomi daerah terus bangkit.
“Mudah-mudahan harga TBS bisa terus naik, khususnya di momen lebaran ini agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya,” kata Ricky.








