Distribusi dan Industri Sawit Jadi Prioritas di Musrenbang Bengkulu
Musrenbang RKPD Bengkulu.
Bengkulu, kabarsawit.com - Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Pemerintah kabupaten/kota menyepakati pembangunan jalur koneksi dan pengembangan industri sawit masuk dalam pembahasan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) tahun 2024 berdasarkan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Rabu (12/4).
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menekankan bahwa prioritas utama Musrenbang RKPD Tahun 2024 adalah penguatan ekonomi khususnya di bidang infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengolahan komoditas unggulan.
"Fokus penguatan ekonomi ini pembangunan infrastruktur baik strategis nasional maupun daerah termasuk pengembangan kawasan industri di pelabuhan Pulau Baai, juga beberapa ruas jalan nasional untuk mempermudah jalur distribusi ekspor komoditas sawit," jelas Gubernur.
Sementara pengembangan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat, Gubernur Rohidin menjelaskan akan meningkatkan pengolahan komoditas unggulan yang benar-benar menjadi komoditas unggulan, seperti kopi dan kelapa sawit.
Ditambahkan Gubernur Rohidin dalam Musrenbang RKPD tahun 2024 ini ada berapa usulan yang disampaikan dan ada beberapa yang ditolak karena tidak sesuai dengan program prioritas.
"Tadi memang ada usulan waktu rapat teknisnya, sekitar 10 atau 11 usulan sudah diterima, lalu ada dua yang ditolak karena itu harus disinkronkan dengan kebijakan program prioritas nasional," jelas Gubernur Rohidin.
Dalam kesempatan ini Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas RI Himawan Hariyoga Djojokusumo menuturkan kinerja Pemerintah Provinsi Bengkulu patut diapresiasi di mana kinerja pembangunan telah cukup baik.
Termasuk dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu. Pemerintah pusat sendiri siap untuk memberikan bantuan kepada Provinsi Bengkulu di antaranya melalui skema kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dan sebagainya.
"Kami mencatat memang kinerja pembangunan Provinsi Bengkulu sudah cukup baik rata-rata, maksudnya upaya untuk mencapaiannya juga luar biasa, termasuk menurunan angka kemiskinan," ungkap Himawan.
Dengan pengelolaan potensi industri sawit, pihaknya berharap pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat ditunjang kedepannya.
"Tentu dengan diimbangi pembangunan hilirisasi dan penyediaan infrastruktur yang memadai, maka distribusi juga pengolahan industri sawit dapat memberi dampak yang baik bagi perekonomian daerah," kata Himawan.








