https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

APKASINDO Sumbar: Petani Sawit Jangan Foya-foya

APKASINDO Sumbar: Petani Sawit Jangan Foya-foya

Ilustrasi-TBS kelapa sawit.

Padang, kabarsawit.com - Pergerakan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di pasaran sejak beberapa waktu belakangan cukup menguntungkan bagi para petani kelapa sawit, baik petani bermitra maupun swadaya.

Maka tidak berlebihan bila Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Jufri Nur berasumsi petani kelapa sawit merupakan kelompok masyarakat yang siap secara finansial menghadapi Lebaran Idul Fitri tahun ini.

Dalam catatan Jufri, pergerakan harga TBS sawit yang berada pada tingkat yang menguntungkan para petani itu sudah berlangsung sekitar setahun. "Sejak Lebaran tahun lalu," ungkap Jufri kepada kepada kabarsawit.com, Minggu (16/4).

Apalagi, menurut Jufri, dari hasil penetapan pihak terkait hampir selalu menempatkan harga TBS sawit di Sumbar di atas harga TBS di daerah-daerah penghasil kelapa sawit lainnya.

"Saya menduga, para petani kelapa sawit di daerah ini dalam posisi lebih dari cukup untuk menghadapi Lebaran," ungkapnya.

"Saya berharap petani bijak dalam mengelola keuangan," tambahnya, sambil berharap petani tidak menghadapi Lebaran secara berlebihan, apalagi kalau sampai berfoya-foya.

Di luar kebutuhan menghadapi dan menjalani Lebaran, Jufri meminta para petani untuk menyisihkan penghasilan dari kebun sawit untuk biaya perawatan kebun.

"Terutama untuk biaya pemupukan." Dijelaskan, pemupukan merupakan salah tahap yang strategis dari rangkaian panjang tahapan dalam budidaya kelapa sawit.

"Abai dalam tahap pemupukan, taruhannya mahal," ujar Jufri mengingatkan. Yaitu, angka produksi yang dipastikan akan mengalami penurunan.

Jufri juga meminta para petani sawit yang beragama Islam untuk nembayarkan kewajibannya sebagaimana yang dituntun oleh ajaran agama.

"Terutama membayar zakat," ungkapnya.

Jufri juga meminta petani sawit yang merasa dalam kondisi finansial berlebih untuk membantu anggota masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi

"erbagi itu indah. Apalagi bila dilakukan secara tulus dan ikhlas, dan semata untuk melaksanakan semua perintah dan menjauhi larangan-nya," ujarnya.