Menginspirasi, Pak Guru di Rejang Lebong Tanam Sayuran di Kebun Sawit
Adi Sutrisno di kebun sawit miliknya.
Bengkulu, kabarsawit.com - Seorang guru yang juga petani sawit asal Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Adi Sutrisno patut dijadikan inspirasi bagi petani lainnya.
Bukaan lahan yang Ia tanami sawit turut dijadikan kebun sayur. Hal itu ditekuni Adi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menanti umur sawit siap panen.
"Kalau sekarang masih umur dua tahun, jadi belum bisa dipanen. Nah dari awal itulah sembari nunggu sawit berbuah, lahan kosongnya kami tumpang sari dengan berbagai aneka sayuran," kata Adi kepada kabarsawit.com, kemarin.
Menurutnya langkah ini sangat bermanfaat. Dari hasil panen sayur seperti cabai, kacang panjang dan gambas inilah Ia bisa bernafas memenuhi kebutuhan pasca alih fungsi lahan.
"Ini dulu bekas tanaman kokoa. Karena tidak produktif lagi, jadi kami ganti dengan tanaman sawit. Luasnya sekitar dua hektare dan Alhamdulillah, tiap pekan bisa panen sayur duluan," ujarnya.
Selain sayuran, Adi juga menanami lahan dengan aneka tanaman herbal. Dari panen inilah dalam sebulan dirinya bisa mendapatkan uang berkisar Rp500 ribu.
"Lumayan buat tambahan penghasilan," singkatnya.
Bahkan sebelum ditanami sayur, lahan sawitnya juga dulu pernah dijadikan tempat peternakan kambing. Dengan banyaknya rumput rendah yang disukai kambing, kotorannya bisa menjadi pupuk alami sekaligus membersihkan lahan yang ada.
"Kalau sekarang, cukup ditanami sayur dulu. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa panen hasil sawitnya," tutup Adi.








