https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Jangan Cuma Nanam Sawit, Tapi Urus Telaten

Jangan Cuma Nanam Sawit, Tapi Urus Telaten

Iskandar usai memanen hasil kebun sawitnya. foto: ist

Bengkulu, kabarsawit.com - Berkebun kelapa sawit itu bukan bergantung kepada luasannya, tapi segimana kita merawatnya hingga mendapat hasil maksimal. 

Ringkas omongan petani kelapa sawit di Desa Pagar Jati Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu ini kemarin. Namanya Iskandar Maun.

Walau cuma punya kebun sawit dua hektar, lelaki ini bisa menghasilkan 3 ton sebulan. Kalau Rp2000 saja sekilo dia jual, berarti sudah Rp6 juta duit yang masuk ke koceknya. 

Memang, duit itu belum bersih masuk kocek, masih harus dikurangi biaya ini dan itu. Tapi sisanya cukuplah untuk kebutuhan hidup sehari-hari.   

Kalau dibandingkan dengan kebun petani lainnya di Bengkulu Tengah, hasil yang didapat Iskandar ini sudah tergolong moncer. Sebab yang lain rata-rata masih hanya bisa menghasilkan 1 ton sebulannya. 

"Di sini banyak petani sawit yang cuma bisa menanam tanpa tekun merawat. Akibatnya, hasil yang diperoleh  enggak maksimal meski ada yang punya sampai puluhan hektar," katanya kemarin. 

Iskandar sendiri bisa mendapat hasil tiga ton sebulan lantaran kebunnya rutin dipupuk pakai pupuk kandang. "Saya sengaja pakai pupuk organik lantaran harga pupuk kimia sangat mahal. Sementara di sini, pupuk organik kayak pupuk kandang bisa didapat cuma-cuma. Kebetulan rata-rata warga di sini peternak sapi dan domba," terangnya.

Selain tekun merawat kebunnya, Iskandar juga tak gampang berpikiran buruk soal harga sawit yang kadang tak menentu. 

"Pertengahan tahun lalu misalnya, harga sawit sempat sampai Rp600. TBS tetap saya jual. Soalnya kalau tak dipanen, tanaman akan rusak," ujarnya.
 
Memang, dengan harga segitu kata Iskandar, enggak akan cukup untuk kehidupan sehari-hari. Biar mencukupi, Iskandar nyambi jadi kuli bangunan. "Simpel kan...," lelaki ini tertawa.