Gunakan Bungkil Sawit, Warga Bengkulu Ini Hemat 40 Persen Duit Pakan Ikan
Ferdi saat memberikan pakan ikan. Foto: Jos
Bengkulu, kabarsawit.com - Ferdi, pembudidaya ikan di Kota Bengkulu sukses memanfaatkan bungkil sawit sebagai sumber pakan untuk ikan.
Selama ini, Ferdi mengaku bahwa penggunaan pakan yang terbuat dari ikan atau udang cukup menguras pengeluarannya. Namun, dengan memanfaatkan bungkil sawit, Ferdi berhasil menghemat pengeluaran hingga 40 persen.
Menurut Ferdi, bungkil sawit memiliki kandungan protein yang cukup tinggi sehingga dapat menjadi alternatif pengganti pakan ikan yang selama ini ia gunakan. Selain itu, bungkil sawit juga lebih mudah didapatkan dan memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan pakan ikan atau udang.
"Saya memanfaatkan bungkil sawit ini sebagai pengganti pakan ikan. Kandungan proteinnya cukup tinggi sehingga bisa dijadikan alternatif. Dan juga harganya lebih murah daripada pakan ikan atau udang," ujar Ferdi kepada kabarsawit.com, Selasa (25/4).
Ferdi pun mengaku bahwa penerapan sistem ini cukup berhasil dalam meningkatkan produksi ikan yang ia budidayakan. Ia mengatakan bahwa ikan yang diberi pakan bungkil sawit tumbuh lebih cepat dan memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan ikan yang diberi pakan ikan atau udang.
"Penggunaan bungkil sawit ini cukup berhasil dalam meningkatkan produksi ikan. Ukuran ikan lebih besar dan tumbuhnya lebih cepat," kata Ferdi.
Sementara itu, Dr. Ir. Yudha Fahrimal, M.Si, selaku Ketua Program Studi Budidaya Perairan Universitas Bengkulu, mengatakan bahwa pemanfaatan bungkil sawit sebagai sumber pakan ikan memang sudah cukup populer di kalangan pembudidaya ikan.
Menurutnya, bungkil sawit memiliki kandungan protein yang tinggi dan bisa diolah menjadi pakan yang mudah dicerna oleh ikan.
"Bungkil sawit memang sudah cukup populer sebagai pakan ikan karena memiliki kandungan protein yang tinggi dan mudah dicerna oleh ikan," ujarnya.
Namun, Yudha juga mengingatkan bahwa penggunaan bungkil sawit sebagai sumber pakan ikan perlu diimbangi dengan kualitas air yang baik dan sistem pemeliharaan ikan yang baik pula. Hal ini karena pakan yang kurang seimbang dengan kualitas air dan sistem pemeliharaan yang buruk dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada ikan.
"Kualitas air dan sistem pemeliharaan ikan juga harus dijaga. Jangan hanya berfokus pada pakan saja. Karena pakan yang tidak seimbang dengan kualitas air dan sistem pemeliharaan yang buruk dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada ikan," tegas Yudha.








