Ada Penyesuaian Penyaluran, Sektor Pertanian Jangan Sampai Negatif
Kepala Direktorat Jendral Perbendaharaan Provinsi Bengkulu, Bayu Andy Prasetya.
Bengkulu, kabarsawit.com - Pertumbuhan ekonomi dan prospek industri perkebunan kelapa sawit di Provinsi Bengkulu membuat penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di daerah per triwulan I tumbuh positif. Dari pagu sebesar Rp4,3 triliun pada 2022, sektor pertanian mampu menyerap dan mengembalikan dana KUR sampai 25,5 persen.
"KUR yang dimanfaatkan petani sawit tumbuh positif hingga 25,5 persen dari pada yang diserap UMKM," kata Kepala Direktorat Jendral Perbendaharaan Provinsi Bengkulu, Bayu Andy Prasetya kepada kabarsawit.com, kemarin.
Pertumbuhan kinerja ini dipengaruhi membaiknya harga jual TBS pada periode April hingga Desember yang berdampak positif pada pembayaran pembiayaan.
Namun demikian, lanjutnya, hingga 31 Maret 2023 terdapat penurunan kinerja dibandingkan periode yang sama di tahun 2022. Penurunan dipengaruhi oleh beberapa aspek salah satunya adalah penyesuaian penyaluran pembiayaan tersebut.
"KUR hingga 31 Maret 2023 telah disalurkan sebesar Rp353.05 miliar dengan pagu anggaran Rp10 triliun. Jumlah ini sudah tersalurkan kepada 4.552 debitur. Kinerja penyaluran ini turun 70.8 persen (yoy) dari pada periode tahun sebelumnya" kata Bayu.
Bayu mengungkap penurunan kinerja penyaluran KUR ini antara lain disebabkan oleh perubahan peraturan dasar penyaluran KUR yang diterbitkan oleh Kementerian Koordinator bidang Perekonomian pada tahun 2023.
Adanya perubahan peraturan tersebut berdampak pada penyesuaian sistem aplikasi SIKP, serta terdapat pula permasalahan SLIK OJK pada sebagian debitur sehingga tidak bisa dilakukan penyaluran.
Bayu berharap serapan KUR yang diakses petani sawit tetap tumbuh optimis. Mengingat banyak petani swadaya cukup menggantungkan usahanya pada pembiayaan ini.
"Kecilnya bunga KUR dan mudahnya syarat yang diajukan membuat peminat KUR cukup tinggi. Pengaruh pembayaran juga berdampak pada peminjaman tahun berikutnya, sehingga peminjaman KUR oleh petani sawit tahun ini kami proyeksikan tetap tinggi," harapnya.
Sementara itu salah satu petani sawit di Kabupaten Mukomuko, Mario (29) mengatakan pihaknya terbantu akan adanya pembiayaan KUR. KUR dengan nilai sampai Rp100 juta diaksesnya untuk membeli pupuk, membeli sarana prasarana pertanian dan membeli bibit unggul sebagai persiapan peremajaan tanamannya.
Dengan nilai KUR yang makin besar ini, dirinya berharap tetap mendapatkan pembiayaan dengan syarat mudah. "Tahun ini rencananya kami manfaatkan untuk menambah lahan perkebunan," kata Mario.








