Komitmen Cerdaskan Anak Petani Sawit
Tenaga Pendidik di SMA Tenara.
Bengkulu, kabarsawit.com - Panggilan hati nurani untuk mencerdaskan anak bangsa, menjadi alasan utama bagi PT Agricinal mendirikan sekolah berbasis yayasan pada tahun 2002. Sekolah ini pun mampu menampung 150 orang, dan sekarang ada sekitar 70 orang yang tengah aktif menimba ilmu di sana.
Kepala Sekolah SMA Swasta Tenera Bengkulu Utara Tonggo MP Simanjuntak mengatakan, remaja yang sekolah di sini adalah anak-anak dari petani sawit. Mereka menjadi salah satu aktor penting bagi keberlangsungan PT Agricinal dalam pengembangan industri pertaniannya.
"Mereka disiapkan menjadi sumber daya manusia yang berbasis dalam ilmu pertanian. Karena itu, pertanian adalah pelajaran khusus menyambung pelajaran umum lainnya di SMA Tenera," kata Tonggo kepada kabarsawit.com, kemarin.
Sekolah swasta ini pun beraktifitas pada sore hari, dibarengi dengan kegiatan ekstrakurikuler yang disukai para siswa.
"Jika pagi, mereka biasanya membantu orang tuanya untuk memanen buah sawit. Jadi kegiatan belajar mengajar kami fokuskan sore hari kecuali saat ada ujian semester ataupun nasional," sampainya.
Anak-anak ini mayoritas adalah buruh sawit maupun tenaga ahli yang berada di afdeling 1 hingga 7. Mereka mendapat pembiayaan sekolah secara gratis hingga tamat bahkan difasilitasi beasiswa untuk berkuliah di universitas ternama.
"Nah ketika mereka berhasil, akan ditarik kembali oleh perusahaan untuk mengabdi di PT Agricinal. Mereka disiapkan tak hanya pada basis pertanian, bahkan juga ada disiapkan tenaga kesehatan, maupun guru," terangnya.
Pada pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik, para guru mendapatkan uang gaji di atas UMR dan tunjangan hingga bantuan beras.
Guru yang berasal dari luar daerah pun difasilitasi berupa mess dan transport tambahan demi menunjang kualitas pendidikan.








