https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Anggota TNI di Aceh Timur Keluhkan Jalan ke Kebun Sawit Rusak Parah, Begini Kata Petani

Anggota TNI di Aceh Timur Keluhkan Jalan ke Kebun Sawit Rusak Parah, Begini Kata Petani

Babinsa Koramil 01 Peunaron Aceh Timur, Serka Erliadi.

Aceh, kabarsawit.com - Rusaknya jalan perkebunan kelapa sawit di wilayah Kabupaten Aceh Timur saat ini cukup mempersulit petani. Kondisi ini sampai menyita perhatian Babinsa Koramil 01 Peunaron Aceh Timur, Serka Erliadi.

Dalam sebuah video yang didapatkan kabarsawit.com, Serka Erliadi meminta perusahaan atau pabrik kelapa sawit (PKS) memperhatikan jalan perkebunan yang dilalui armada PKS untuk pengangkatan hasil kebun kelapa sawitnya. 

"Subhanallah, jalan kebun kelapa sawit di desa kami sangat luar biasa. Hasil sawit petani perhari mencapai 50-100 ton, tapi jalan yang mereka lewati sangat luar biasa (rusak parah)," ujarnya dalam video berdurasi  1 menit 21 detik itu.

Untuk itu dia meminta agar ada atensi pengusaha maupun pabrik kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Peunaron - Aceh Timur menyisihkan dana CSR dalam peningkatan mutu jalan dan akses jalan di wilayah usaha sawit mereka. Serka Erliadi juga meminta dukungan Pemkab Aceh Timur dan instansi terkait agar para perusahaan sawit memperhatikan jalan rusak tersebut.

"Jalan ini sangat luar biasa (rusak parah), untuk melalui jalan ini harus memakai gardan 2, kalau ada gardan 8 mungkin mereka pakai gardan 8," ujarnya.

Ketua DPW APKASINDO Aceh, Sofyan Abdullah juga turut mendukung apa yang disampaikan Serka Erliadi. Menurutnya perusahaan harus memiliki tanggung jawab terhadap infrastruktur yang dilaluinya tersebut.

"Sebab itu juga menjadi jalan petani. Jadi bisa saja turut memperhatikan jalan lewat dana CSR yang dimiliki perusahaan" kata dia kepada kabarsawit.com, Rabu (3/5).

 

Sebab, menurut Sofyan, sampai saat ini pihak APKASINDO Aceh belum pernah mengetahui adanya CSR untuk infrastruktur dari para perusahaan yang beroperasi di wilayah Aceh Timur.

"Kita belum pernah tahu soal itu. Untuk itu kita minta mereka ikut andil dalam melakukan perawatan jalan perkebunan," paparnya.

Ia juga berharap pemerintah dan instansi terkait turut andil memberikan informasi kepada perusahaan. Malah jika perlu program Sarpras dari BPDPKS juga dapat disalurkan kepada wilayah yang memiliki jalan perkebunan dengan kondisi rusak parah.

"Langkah ini juga demi kebaikan daerah. Sebab jika perekonomian masyarakat khususnya petani kelapa sawit meningkat, maka daerah juga akan ikut mengalami kemajuan, lantaran perekonomian membaik," tandasnya.