https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Harga Gambir Melambung, Sawit Mulai Dilupakan

Harga Gambir Melambung, Sawit Mulai Dilupakan

Ilustrasi - TBS sawit

Sumbar, kabarsawit.com - Pergerakan harga gambir di Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus menunjukkan trend positif dan berdampak negatif terhadap komoditas kelapa sawit. Apalagi kini harga gambir di sana sudah menyentuh angka Rp50.000/kg.

"Lumayan, Rp47.500," ujar Ides, 43, salah seorang pekerja ladang gambir di Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Limapuluh Kota, menyebut nilai jual gambir per kilogramnya, Sabtu (13/5).

Dengan nilai jual gambir sebesar itu di tingkat pedagang pengumpul, Ides mengaku bisa meraup upah kerja rata-rata Rp250.000/hari  "Coba, jadi kuli apa yang bisa menjanjikan upah sebesar itu?" tanyanya.

Pantauan kabarsawit.com, sejak beberapa waktu belakangan pergerakan harga gambir di pasaran terus membaik. Melewati angka Rp20.000 awalnya, pelan tapi pasti terus naik sehingga mendekati angka Rp50.000/kg.

Harga gambir yang mulai membaik baru terjadi sekitar dua bulan belakangan. Sebelumnya cukup lama nilai jual gambir berada pada titik yang tidak menguntungkan, yaitu di bawah Rp30.000/kg.

Ketika harga gambir di bawah Rp30.000/kg, banyak petani yang memilih tidak mengolah ladang gambirnya. Atau dengan menjual dalam bentuk daun ke pasaran.

Ketika harga gambir sedang turun itu pula beberapa kali sempat terbersit rencana untuk alih komoditas ke kelapa sawit. Makin didorong oleh tingkat kesejahteraan tinggi yang dinikmati para petani kelapa sawit di daerah tetangga, Provinsi Riau.

Tapi, benturan utama membudidayakan tanaman kelapa sawit di daerah itu karena topografi lahan yang berbukit-bukit. Hampir tidak ditemukan lahan datar dengan cakupan yang luas.
Ketika harga gambir kembali membaik sejak sekitar dua bulan belakangan, petani yang ditanya soal kemungkinan alih komoditas ke sawit terkesan tidak bergairah menjawab.

'Tak terpikir lagi," kata Eman, 41, petani gambir di Nagari yang sama. Nagari adalah unit pemerintahan terendah di Sumbar, sama dengan desa dan kelurahan.