https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Ponpes di Sumsel Mulai Lirik Bisnis Perkebunan Sawit

Ponpes di Sumsel Mulai Lirik Bisnis Perkebunan Sawit

Ilustrasi - petani sawit.

Sumsel, kabarsawit.com - Santriprenuer merupakan pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) di lingkungan pondok pesantren yang menyasar perkebunan kelapa sawit. Program ini dihadirkan bertujuan untuk memberikan edukasi kepada Pondok Pesantren khususnya dalam bisnis perkebunan kelapa sawit.

Wakil Apkasindo Sumatera Selatan (Sumsel), M Yunus mengatakan saat ini tidak sedikit pondok pesantren yang ada di Sumsel mulai melirik bisnis perkebunan kelapa sawit. Hal ini tampak dalam gelaran workshop Santriprenuer yang ditaja Apkasindo Sumsel bersama Forum pondok pesantren Sumsel (Forpes) dan  pesantren Al Ittifaqiah Ogan Ilir beberapa waktu lalu.

Menurut Yunus program yang didukung BPDPKS ini akan semakin baik jika sering disosialisasikan. Sebab meski sudah mulai melirik tidak sedikit pondok pesantren yang belum mengerti peluang-peluang yah dapat dikerjakan dari perkebunan kelapa sawit.

"Pemahaman memang masih kurang terutama dalam bisnis perkebunan kelapa sawit. Terlebih juga pemahaman terkait bibit yang baik untuk berbudidaya kelapa sawit," ujarnya saat berbincang bersama kabarsawit.com, Rabu (17/5).

Yunus menerangkan acara  Santriprenuer memang perlu digaungkan. Namun yang lebih penting lagi adalah tindak lanjut dari kegiatan tersebut. Seperti misalnya melibatkan langsung pondok pesantren dalam berkebun atau membuat pembibitan skala kecil.

"Pondok pesantren ini perlu dibantu, didorong dan dibina untuk terjun ke perkebunan kelapa sawit," ujarnya.

Dorongan itu lanjutnya, dapat dilakukan oleh pemerintah atau organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) atau Muhammadiyah. Kemudian sumber benih dan asosiasi petani kelapa sawit juga perlu diterjunkan dalam tindak lanjut ini. 

"Antusias pondok pesantren di Sumsel sangat bagus. Sekitar 50 pondok pesantren antusias mengikuti gelaran yang kita taja kemarin," paparnya.

Katanya saat ini memang sudah ada pemilik pesantren yang membuat pembibitan dalam skala kecil. Dimana tidak kecil kemungkinan hasilnya juga dialirkan untuk operasional pondok pesantrennya.