https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Ekspor Cangkang Sawit Dari Bengkulu Kosong Dua Bulan, Ini Penyebabnya

Ekspor Cangkang Sawit Dari Bengkulu Kosong Dua Bulan, Ini Penyebabnya

Ilustrasi - cangkang sawit. Dok. GAPKI

Bengkulu, kabarsawit.com  - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat aktivitas ekspor cangkang sawit melalui Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu nihil selama dua bulan terakhir. 

Padahal, Maret 2023 lalu Provinsi Bengkulu masih berhasil mengekspor cangkang sawit senilai USD 1,17 juta.

"Tapi dua bulan terakhir kami tidak mencatat adanya kegiatan ekspor cangkang sawit di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Ekspor cangkang sawit berhenti sama sekali," kata Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal kepada kabarsawit.com

Menurutnya, ada beberapa faktor yang mungkin menyebabkan penurunan ekspor cangkang sawit di Bengkulu. Di antaranya fluktuasi harga komoditas sawit di pasar global dan adanya persaingan yang semakin ketat dengan produsen lain.

"Selain itu, faktor-faktor seperti masalah logistik dan perubahan kebijakan ekspor juga diyakini mempengaruhi situasi ini," sebutnya.

Dia menyarankan para pemangku kepentingan di Bengkulu bekerja sama memulihkan ekspor cangkang sawit.

"Langkah-langkah seperti peningkatan efisiensi logistik, peningkatan kualitas produk, serta promosi yang lebih agresif, bisa dijalankan untuk mendorong kembali ekspor cangkang sawit," tukasnya.

Sementara itu, Perwakilan Kantor Bea Cukai Bengkulu, Budi Sulaksono menyebutkan, faktor utama penyebab turunnya ekspor cangkang sawit adalah bertambahnya persyaratan yang diberlakukan oleh negara tujuan ekspor yakni Tiongkok. 

"Saat ini persyaratan yang diberlakukan oleh Tiongkok sangat ketat. Mereka mengharuskan adanya sertifikasi khusus pada produk sawit yang diekspor, termasuk cangkang sawit," kata Budi.

"Masalah transportasi dan logistik juga menjadi kendala. Kita masih kesulitan mencari kapal yang bisa mengangkut cangkang sawit. Padahal, ketepatan waktu pengiriman sangat penting dalam bisnis ekspor," tutupnya.