https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Murah, Lahan Sawit Rawan Disulap Jadi Perumahan

Murah, Lahan Sawit Rawan Disulap Jadi Perumahan

Lahan kelapa sawit tidak produktif di Kota Bengkulu dijual untuk pengembangan wilayah permukiman. foto: dirgantara arka

Bengkulu, Kabarsawit.com – Kebun kelapa sawit yang dianggap tidak produktif di Kota Bengkulu jadi incaran pengembang perumahan, selain murah, tekstur tanahnya juga padat.

Pengembang perumahan di Bengkulu belakangan menjadikan lahan kebun kelapa sawit milik masyarakat yang tidak produktif sebagai incaran untuk dijadikan lokasi pengembangan perumahan. Sebab, harganya lebih murah dibanding dengan lahan lainnya yang ada di pinggiran kota.

"Meski lokasinya agak jauh dari pusat kota, tapi harganya masih terjangkau, dan struktur tanahnya sudah keras, enggak perlu nimbun lagi," ujar Arman, Pengembang PT. Sutra Arga Gardenia, kemarin (11/1/2023).

Arman mengatakan, lahan bekas kebun sawit dianggap potensial dijadikan lokasi pengembangan perumahan karena struktur tanahnya yang sudah padat. Harga jual masih dikisaran Rp.200 juta an per bidang.

"Selain harganya murah, struktur tanahnya juga bagus, sudah keras. Kebanyakan tanah di area kota kita kan harus mengeluarkan duit lagi untuk penimbunan. Jadi nambah biaya," ujar pengembang yang sudah belasan tahun berbisnis properti ini.

Sementara itu, Harso salah satu pemilik kebun kelapa sawit mengaku, harus rela menjual kebunnya lantaran kelapa sawit miliknya sudah tidak produktif lagi.

"Selain faktor kebutuhan hidup, kelapa sawitnya sudah enggak berbuah lagi, selain juga enggak punya biaya untuk pemeliharaan apalagi mengganti dengan tanaman baru,” kata Harso.

Menurut Harso, harga lahan yang di pinggiran Kota Bengkulu berbatasan dengan Kabupaten Bengkulu Tengah per bidangnya dihargai Rp200 juta, luas perbidang dua hektar.

"Perbidangnya itu seluas 100 kali 200 meter persegi,” ujar Harso.