https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Berkapasitas Besar, 3 PKS Petani Sawit di Muba Segera Operasional

Berkapasitas Besar, 3 PKS Petani Sawit di Muba Segera Operasional

PKS SIAP yang di Kecamatan Sungai Lilin. Foto: Ist

Palembang, kabarsawit.com  - Tiga Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik petani kelapa sawit akan berdiri di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan. Ketiganya dibangun oleh koperasi yang memiliki kapasitas tak main-main.

PKS pertama yakni PKS Srigunung Inti Agro Persada (SIAP). PKS ini beroperasi di Kecamatan Sungai Lilin.

PKS tersebut dibangun oleh delapan Koperasi Unit Desa (KUD) dengan kapasitas 45 ton/jam. Sementara untuk mendukung operasional, delapan KUD tadi memiliki kebun sawit seluas sekitar 8.000 hektar.

Kemudian untuk PKS kedua yakni PKS Putra Utama Sawit Sungai Angit (PUSSA). Pabrik ini didirikan oleh KUD Sejahtera dengan kapasitas 60 ton/jam.

PKS yang rencana akan diresmikan beroperasi pada 11 Agustus 2026 mendatang itu berdiri di wilayah Babat Toman. Dimana operasional didukung oleh kebun sawit seluas 3.100 hektar.

Sementara ketiga adalah PKS Bandar Jaya Agro Mandiri (BJAM) yang beroperasi di Tungkal Jaya. PKS ini rencana akan beroperasi resmi pada akhir 2026 mendatang. Pabrik ini merupakan milik Koperasi Produsen Mandiri Jaya Makmur dengan kapasitas 10 ton/jam. Untuk kebun yang mendukung seluas 1.000 hektar.

"Sebagai petani tentu kami bangga melihat perjuangan para koperasi membangun PKS sendiri. Artinya mereka membuktikan bahwa petani tidak hanya bisa menjual TBS saja, namun juga ikut mengolahnya. Ini juga mendukung program hilirisasi dengan sahamnya dimiliki langsung oleh petani," ujar Sekretaris DPD I Aspek-Pir Sumsel, Deddy Widiyastono kepada elaeis.co, Jumat (31/7).

Lanjutnya, kebun kelapa sawit yang mendukung operasional PKS tersebut semuanya adalah kebun PSR. Artinya petani akan semakin menikmati hasil kebunnya karena ditampung langsung PKS. 

"Bukan hanya itu, harapannya hadirnya PKS ini juga dapat membantu menyerap hasil kebun milik petani yang ada disekitaran operasional PKS," tuturnya.

"Semoga operasional berjalan lancar, dan tumbuh lagi PKS- PKS yang dibangun langsung oleh petani," sambungnya.***