Kontribusi Sawit Bagi Ekonomi Bengkulu Capai 40 Persen
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Darjana.
Bengkulu, kabarsawit.com - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Darjana mengungkapkan sektor kelapa sawit di Bengkulu memiliki kontribusi yang signifikan bagi perekonomian daerah.
Bahkan diperkirakan sawit menyumbang sebanyak 40 persen dari total pendapatan daerah Bengkulu. Hal ini menjadikan sektor ini sebagai salah satu sektor utama dalam menggerakkan roda perekonomian provinsi.
Menurut Darjana, sektor kelapa sawit di Bengkulu telah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan ini didorong oleh banyak faktor, termasuk peningkatan produktivitas perkebunan, investasi dalam teknologi modern, serta akses yang lebih baik ke pasar ekspor.
"Kontribusi sebesar 40 persen ini menunjukkan bahwa kelapa sawit berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dan memberikan lapangan kerja bagi masyarakat Bengkulu," ujarnya, kemarin.
Dalam pernyataannya, Darjana juga menyampaikan apresiasinya kepada para petani kelapa sawit yang telah berkontribusi dalam mengembangkan sektor ini.
"Peran aktif petani dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas kelapa sawit tidak bisa diabaikan. Kami berterima kasih atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam mencapai hasil yang mengesankan ini," tambahnya.
Para pelaku industri kelapa sawit di Bengkulu merasa senang dan bangga atas pencapaian ini. Rudi, seorang pengusaha perkebunan kelapa sawit, menyatakan, sangat bersyukur atas dukungan pemerintah daerah dan berbagai kebijakan yang mendukung sektor kelapa sawit di Bengkulu.
"Kami bersyukur atas dukungan pemerintah daerah dan berbagai kebijakan yang mendukung pengembangan sektor kelapa sawit. Dengan kontribusi 40 persen, kami semakin yakin bahwa investasi dan usaha kami di sektor ini memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan perekonomian Bengkulu," tuturnya.
Namun, di sisi lain, ada juga beberapa pihak yang mengkhawatirkan dampak lingkungan dari perkembangan sektor kelapa sawit yang begitu pesat. Mereka menyoroti potensi deforestasi dan degradasi lahan yang dapat terjadi akibat ekspansi perkebunan kelapa sawit.
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan sektor kelapa sawit dan keberlanjutan lingkungan.
"Kami mengakui bahwa sumber daya alam kita perlu dilestarikan agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Oleh karena itu, kami akan terus mendorong pelaku industri untuk mengadopsi praktik berkelanjutan dan bertanggung jawab dalam mengelola perkebunan kelapa sawit di Bengkulu," kata Rohidin.
Dengan kontribusi sektor kelapa sawit yang mencapai 40 persen, Bengkulu terus menunjukkan potensinya sebagai salah satu produsen utama kelapa sawit di Indonesia.
Diharapkan bahwa pertumbuhan sektor ini dapat terus berlanjut dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan dan perlindungan lingkungan, sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan perekonomian daerah.








