Bank Indonesia Dorong Petani Sawit Manfaatkan QRIS
Kepala Kantor Perwakilan BI Bengkulu, Darjana.
Bengkulu, kabarsawit.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu menderita petani sawit di wilayah itu agar menerapkan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada jual beli kelapa sawit. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mendorong kemajuan sektor kelapa sawit dan mempermudah mereka dalam bertransaksi.
Kepala Kantor Perwakilan BI Bengkulu, Darjana menegaskan, pentingnya adopsi QRIS sebagai solusi pembayaran yang efisien dan modern. Dengan menggunakan QRIS, petani sawit dapat mengurangi penggunaan uang tunai yang berpotensi menyebabkan penyebaran virus dan menjadikan pembayaran lebih cepat serta praktis bagi pengunjung.
"Kami sangat mendorong petani sawit di Bengkulu untuk segera mengadopsi QRIS sebagai pilihan pembayaran tiket masuk. Selain memberikan kemudahan, teknologi ini juga lebih aman dan mengurangi resiko penyebaran penyakit," ungkap Darjana, kemarin.
QRIS merupakan sistem pembayaran yang telah diakui secara nasional dan memiliki sejumlah keuntungan. Melalui satu kode QRIS, petani sawit dapat melakukan transaksi menggunakan berbagai platform pembayaran digital, seperti e-wallet atau mobile banking.
"Hal itu tentunya memberikan fleksibilitas bagi para petani sawit," ujar Darjana.
Dalam upaya untuk sosialisasi penggunaan QRIS, Kantor Perwakilan BI Bengkulu juga berencana untuk mengadakan pelatihan dan bimbingan teknis bagi petani sawit. Tujuannya adalah untuk memastikan petani sawit memiliki pemahaman yang baik tentang penggunaan dan manfaat QRIS dalam aktivitas bisnis mereka.
"Kami akan terus melakukan sosialisasi penggunaan QRIS di Bengkulu untuk memastikan para petani sawit memiliki pemahaman yang baik tentang penggunaan dan manfaat QRIS dalam aktivitas bisnis mereka," ujarnya.
Tak hanya memberikan manfaat bagi petani sawit, adopsi QRIS juga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan lebih banyak petani sawit yang bertransaksi menggunakan teknologi pembayaran digital, akan terjadi peningkatan aktivitas ekonomi dan potensi pertumbuhan usaha kelapa sawit di Bengkulu.
"Banyak manfaat QRIS diantaranya peningkatan aktivitas ekonomi dan potensi pertumbuhan usaha kelapa sawit," kata Darjana.
Saat ini, Kantor Perwakilan BI Bengkulu telah mengajak para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, untuk bersama-sama mendukung langkah ini. Dorongan untuk mengadopsi QRIS di sektor kelapa sawit merupakan bagian dari upaya BI untuk terus mendorong inovasi dan teknologi dalam dunia keuangan demi mencapai sistem pembayaran yang lebih canggih, efisien, dan inklusif bagi seluruh masyarakat.
"Kami juga telah mengajak para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, untuk bersama-sama mendukung QRIS di sektor kelapa sawit di Bengkulu," tutupnya.








