Karena Jalan Rusak, Harga Jual Sawit Anjlok Rp 1.500/Kg
Jalan Rusak di kunjungi Presiden Jokowi, foto : ist
Medan, kabarsawit.com - Saat ini, para petani kelapa sawit di Desa Sonomartani, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura), Provinsi Sumatera Utara (Sumut), menghadapi masalah. Karena itu, hasil kebun kelapa sawitnya tidak dapat dimaksimalkan.
Kondisi ini disebabkan oleh biaya transportasi yang tinggi karena proses distribusi yang memakan waktu yang lama. Penyebab utamanya adalah kerusakan jalan yang digunakan untuk mengangkut kelapa sawit.
“Karena jalan rusak, transportasi sawit ke pabrik bisa sampai 3 hari,” keluh salah satu petani di desa Sonomartani, Firman.
Menurut Firman, jalan yang juga menghubungkan beberapa desa tersebut telah lama rusak. Presiden Joko Widodo bahkan sempat mengunjunginya baru-baru ini.
“Sudah ada proses penimbunan, bahkan pengerasan, setelah kunjungan presiden kemarin. Namun, karena hujan yang terjadi beberapa hari ini, jalan jadi rusak lagi,” tutur Firman.
Jalannya tidak hanya berlumpur, tetapi juga memiliki banyak lubang yang terbuka lebar. Akibatnya, truk pengangkut sawit sangat sulit melewati jalan tersebut.
“Harga pasti turun, karena banyak petani yang menjual ke peron sawit atau ram. Harganya mulai dari Rp1.500 hingga Rp1.600/kg,” Firman menerangkan.
Menurut informasi dari perusahaan, jalan yang rusak sepanjang 5 km. "Memang banyak PKS di wilayah kita ini, tapi memang infrastrukturnya kurang mendukung,”








