https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Serius, Persoalan Jalan Lintas Aceh Selatan yang Licin Gegara Ceceran Minyak Berondolan Sawit

Serius, Persoalan Jalan Lintas Aceh Selatan yang Licin Gegara Ceceran Minyak Berondolan Sawit

Aceh, kabarsawit.com – Kondisi jalan lintas nasional Aceh Selatan–Subulussalam kembali menjadi sorotan. Tetesan minyak yang berasal dari truk pengangkut berondolan kelapa sawit membuat permukaan jalan licin dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pengendara roda dua.

Keluhan masyarakat tersebut mendapat perhatian dari Ketua DPD Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Kota Subulussalam, Amirul Caniago. 

Menurutnya, ceceran minyak dari armada pengangkut berondolan sawit sudah menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani oleh instansi terkait.

"Ceceran minyak berondolan sawit ini sangat licin dan menjadi ancaman nyata bagi keselamatan para pengendara. Sudah banyak keluhan masyarakat, terutama pengendara sepeda motor, yang merasa khawatir saat melintasi jalur Aceh Selatan–Subulussalam," ujar Amirul dalam keterangan tertulis, Senin (27/7).

Ia menjelaskan, minyak tersebut umumnya berasal dari bak truk pengangkut berondolan sawit yang tidak dilengkapi penutup atau pelapis yang memadai. Saat kendaraan melintas dengan muatan penuh, cairan minyak menetes dan menyebar di sepanjang badan jalan.

Kondisi tersebut semakin berbahaya ketika hujan turun. Campuran air dan minyak membuat permukaan aspal menjadi sangat licin sehingga meningkatkan risiko kendaraan tergelincir.

Amirul meminta pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan tersebut. Menurutnya, pengawasan terhadap armada angkutan hasil perkebunan sawit harus diperketat agar keselamatan pengguna jalan tetap terjaga.

"Kami meminta Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres setempat melakukan razia serta memberikan sanksi tegas kepada pengusaha maupun sopir angkutan yang tidak memenuhi standar keselamatan. Jangan menunggu sampai ada korban jiwa baru bertindak," tegasnya.

Selain penegakan aturan, Amirul juga mengimbau pemilik Pabrik Kelapa Sawit (PKS), agen, maupun perusahaan jasa angkutan untuk memastikan seluruh truk pengangkut menggunakan bak yang kedap atau ditutup rapat dengan terpal sehingga minyak berondolan tidak menetes ke jalan.

Menurutnya, aktivitas ekonomi sektor kelapa sawit tetap harus berjalan, namun aspek keselamatan pengguna jalan tidak boleh diabaikan.

"Keselamatan publik harus menjadi prioritas. Kita mendukung aktivitas perkebunan sawit karena berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat, tetapi seluruh pelaku usaha juga wajib mematuhi standar keselamatan dalam pengangkutan hasil panen," katanya.

Masyarakat yang rutin melintasi jalur Aceh Selatan–Subulussalam pun diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan, karena kondisi jalan yang licin akibat ceceran minyak sawit berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas jika tidak segera ditangani.***