https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Minyak Makan Merah di Sosialisasikan di Riau, ini Manfaatnya

Minyak Makan Merah di Sosialisasikan di Riau, ini Manfaatnya

BPDPKS bersama SBRC IPB menggelar sosialisasi minyak makan merah di Pekanbaru, foto : Dok Kabar Sawit

Pekanbaru, kabarsawit.com - Di Kota Pekanbaru, Riau, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi (SBRC) IPB mengadakan sosialisasi tentang manfaat minyak makan merah.

Para petani dan koperasi sawit dari berbagai daerah Riau juga diundang ke acara yang diselenggarakan pada selasa lalu di SKA Co-Ex.

Berbagai presentasi diberikan kepada petani dan koperasi sawit di Riau, termasuk teknologi produksi CPO dan minyak makan merah, manfaatnya bagi kesehatan dan konsumsi, pengembangan produk turunan minyak makan merah, dan potensi dan analisis bisnis minyak makan merah.

“Minyak makan merah dengan kandungan vitamin yang tinggi ternyata memiliki banyak manfaat,” kata Helmi Muhansyah, Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Rabu (23/8).

“Kita tahu bahwa minyak goreng biasa sekarang kekurangan vitamin A dan E, nah minyak makan merah ini kebalikannya, punya banyak vitamin A dan E,” lanjutnya.

Karena ini terkait dengan program pemerintah untuk menurunkan stunting, masyarakat harus tahu bahwa minyak makan merah ini memiliki manfaat untuk menurunkan stunting karena kandungan vitaminnya.

Dia mengatakan bahwa UMKM di Riau dapat memanfaatkan dan mengembangkan berbagai produk yang terbuat dari minyak makan merah tersebut dengan bekerja sama dengan Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi (SBRC) Universitas IPB.

Tiga piloting dalam skala industri sudah disiapkan oleh pemerintah melalui Kementrian Koperasi dan UKM di Medan.

Sementara penelitian terus dilakukan di berbagai pusat penelitian yang terpisah untuk kategori menengah dan kecil. Jika tiga piloting di Medan itu berhasil dengan baik, harapannya dapat diterapkan juga di wilayah lain di Indonesia.

“Kita sosialisasikan dari sisi memanfaatnya di sini. Mudah-mudahan ini dapat diterapkan pada skala UKM dan dibantu oleh rekan SBRC yang telah menerapkan dan menghasilkan minyak makan merah,” tambahnya

Jika ditanya apakah ada kemungkinan produksi di Riau, dia optimis pasti ada, tetapi perlu pemahaman kepada masyarakat terlebih dahulu.

“Karena masyarakat harus paham, minyak ini berbeda dari sisi tampilan, berwarna merah, tapi dari segi manfaatnya sangat bermanfaat, maka kita sosialisasikan manfaatnya terlebih dahulu,” ungkapnya.