https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Ternyata Minyak Sawit Merah Bisa Membantu Menciptakan Anak yang Lebih Cerdas dan Tubuh yang Lebih Sehat

Ternyata  Minyak Sawit Merah Bisa Membantu Menciptakan Anak yang Lebih Cerdas dan Tubuh yang Lebih Sehat

Indonesia punya tiga bahan pangan lokal yang disebut-sebut bisa membantu menciptakan anak yang lebih cerdas dan tubuh yang lebih sehat. Ketiganya adalah rice bran (dedak padi), minyak sawit me

Jakarta, kabarsawit.com – Indonesia punya tiga bahan pangan lokal yang disebut-sebut bisa membantu menciptakan anak yang lebih cerdas dan tubuh yang lebih sehat. Ketiganya adalah rice bran (dedak padi), minyak sawit merah, dan minyak kelapa.

Hal itu disampaikan Rektor Universitas Koperasi Indonesia (IKOPIN), Prof. Agus Pakpahan. Menurutnya, ketiga bahan tersebut menyimpan banyak nutrisi penting, tetapi justru belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.

Rice bran atau dedak padi misalnya. Selama ini dedak lebih sering dijadikan pakan ternak atau bahkan dibuang. 

Padahal, bagian kulit beras itu mengandung vitamin B kompleks, serat, vitamin E, serta berbagai mineral yang baik untuk tubuh.
.
Prof. Agus menjelaskan, saat beras digiling menjadi beras putih, sebagian besar vitamin B ikut hilang. Akibatnya, kita kehilangan banyak nutrisi penting.

Padahal vitamin B sangat dibutuhkan untuk membantu perkembangan otak, menjaga kesehatan saraf, dan mendukung proses belajar anak. Karena itu, dedak padi sebenarnya masih memiliki nilai gizi yang sangat tinggi.

Selain rice bran, Prof. Agus juga menyoroti manfaat minyak sawit merah. Berbeda dengan minyak goreng biasa, minyak sawit merah masih menyimpan beta-karoten dan vitamin E alami karena tidak melalui proses pemurnian yang berlebihan.

Beta-karoten akan diubah tubuh menjadi vitamin A yang berperan penting menjaga kesehatan mata, meningkatkan daya tahan tubuh, dan membantu pertumbuhan anak.
Temukan lebih banyak

Menurut Prof. Agus, Indonesia sebenarnya memiliki sumber vitamin A alami yang sangat melimpah. Sayangnya, banyak orang belum mengenal manfaat minyak sawit merah.

Ia juga mengingatkan bahwa masih banyak masyarakat Indonesia yang kekurangan vitamin A, terutama balita dan ibu hamil.

Tak kalah menarik, minyak kelapa juga punya manfaat besar. Minyak ini mengandung medium-chain triglycerides (MCT), yaitu lemak sehat yang dapat menjadi sumber energi cepat bagi otak.

Karena itu, minyak kelapa dinilai dapat membantu menjaga fungsi otak, meningkatkan konsentrasi, sekaligus mendukung kesehatan otak hingga usia lanjut.

Menurut Prof. Agus, jika ketiga bahan pangan lokal ini dimanfaatkan lebih luas, Indonesia punya peluang melahirkan generasi yang lebih sehat, lebih pintar, dan lebih produktif.

Ia menggambarkan Generasi Emas Indonesia 2045 sebagai anak-anak yang tumbuh dengan asupan vitamin B dari rice bran, vitamin A dan E dari minyak sawit merah, serta energi untuk otak dari minyak kelapa.

Untuk mewujudkan hal itu, Prof. Agus mendorong pemerintah memperbanyak pengembangan pangan berbahan rice bran, memperluas penggunaan minyak sawit merah dan minyak kelapa sebagai pangan sehat, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat.

Ia juga berharap petani tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi ikut menikmati nilai tambah melalui sistem koperasi.

"Indonesia sebenarnya tidak kekurangan sumber makanan bergizi. Yang kurang adalah pemanfaatannya. Padahal, semua kekayaan itu sudah tersedia di negeri sendiri," ujar Prof. Agus, Senin (3/8). ***