https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Apkasindo Rilis Daftar Harga Sawit Terbaru, Riau Kembali Jadi Pemuncak

Apkasindo Rilis Daftar Harga Sawit Terbaru, Riau Kembali Jadi Pemuncak

Ilustrasi petani sawit di Riau. Foto: infopublik.id

Jakarta, kabarsawit.com -Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) kembali merilis daftar terbaru harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di 22 provinsi penghasil sawit untuk periode 27 Juli hingga 2 Agustus 2026. 

Hasilnya, Provinsi Riau masih menjadi daerah dengan harga TBS tertinggi di Indonesia.
Pemeringkatan tersebut mengacu pada harga TBS petani mitra/plasma untuk tanaman menghasilkan berumur 9–20 tahun yang ditetapkan oleh Dinas Perkebunan (Disbun) masing-masing daerah.

Berdasarkan data APKASINDO, harga TBS petani plasma di Riau mencapai Rp3.985 per kilogram, disusul Sumatera Barat sebesar Rp3.972 per kilogram, Sumatera Utara Rp3.962 per kilogram, dan Jambi Rp3.941 per kilogram.

Sebaliknya, posisi terbawah ditempati Banten dengan harga TBS hanya Rp2.751 per kilogram, disusul Sulawesi Selatan Rp2.974 per kilogram dan Papua Barat Rp3.128 per kilogram.

Secara nasional, rata-rata harga TBS petani plasma di 22 provinsi tercatat Rp3.521 per kilogram. Sementara rata-rata indeks K mencapai 90% dan rata-rata harga Crude Palm Oil (CPO) nasional berada di level Rp15.038 per kilogram.

APKASINDO juga mencatat harga TBS petani swadaya yang dijual langsung ke pabrik kelapa sawit (PKS) masih berada pada kisaran Rp2.750 hingga Rp3.350 per kilogram. 

Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan harga yang diterima petani plasma yang berkisar Rp2.751 hingga Rp3.985 per kilogram.

Sementara itu, harga pokok produksi (HPP) petani sawit diperkirakan berada di kisaran Rp1.750 hingga Rp2.000 per kilogram, sehingga masih terdapat margin keuntungan, meski besarannya berbeda di setiap daerah.

Riau – Rp3.985/kg (Harga CPO Rp15.671/kg)
2. Sumatera Barat – Rp3.972/kg (Rp15.416/kg)
3. Sumatera Utara – Rp3.962/kg (Rp15.497/kg)
4. Jambi – Rp3.941/kg (Rp15.386/kg)
5. Sumatera Selatan – Rp3.846/kg (Rp15.161/kg)
6. Aceh – Rp3.763/kg (Rp15.657/kg)
7. Kalimantan Selatan – Rp3.710/kg (Rp15.266/kg)
8. Kalimantan Tengah – Rp3.704/kg (Rp15.283/kg)
9. Kepulauan Bangka Belitung – Rp3.695/kg (Rp15.221/kg)
10. Kalimantan Barat – Rp3.671/kg (Rp15.318/kg)
11. Papua – Rp3.604/kg (Rp14.708/kg)
12. Kalimantan Timur – Rp3.528/kg (Rp15.069/kg)
13. Sulawesi Tenggara – Rp3.481/kg (Rp15.695/kg)
14. Kalimantan Utara – Rp3.425/kg (Rp14.972/kg)
15. Bengkulu – Rp3.345/kg (Rp15.270/kg)
16. Lampung – Rp3.317/kg (Rp14.880/kg)
17. Sulawesi Barat – Rp3.276/kg (Rp14.485/kg)
18. Sulawesi Tengah – Rp3.205/kg (Rp14.000/kg)
19. Gorontalo – Rp3.172/kg (Rp14.819/kg)
20. Papua Barat – Rp3.128/kg (Rp13.785/kg)
21. Sulawesi Selatan – Rp2.974/kg (Rp14.234/kg)
22. Banten – Rp2.751/kg (belum tersedia harga CPO).

Meski harga TBS di sejumlah daerah menunjukkan tren menguat dibandingkan pekan sebelumnya, APKASINDO sebelumnya juga menyoroti bahwa harga CPO domestik masih tertinggal dibandingkan harga di pasar global. 

Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat harga TBS di tingkat petani belum mengalami kenaikan optimal.

Perbedaan harga antardaerah dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari harga CPO, indeks K, biaya logistik, hingga produktivitas kebun dan kedekatan dengan pabrik kelapa sawit. Karena itu, harga TBS yang diterima petani di setiap provinsi bisa berbeda meski berada pada periode yang sama.

Data ini menjadi acuan penting bagi petani, pelaku industri, hingga pemerintah untuk memantau perkembangan harga sawit nasional sekaligus melihat daya saing masing-masing daerah dalam produksi kelapa sawit.***