Produksi Sawit Sijunjung Melorot, Petani Berharap Pemerintah Turun Tangan
Ketua Apkasindo Sijunjung, Bagus Budi Antoro. Foto: Dok Elaeis
Padang, kabarsawit.com - Produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Sijunjung mengalami penurunan hingga 30 persen. Ini akibat kondisi cuaca ekstrem yang terjadi beberapa waktu terakhir.
Ketua Apkasindo Sijunjung, Bagus Budi Antoro mengatakan penurunan terjadi sejak dua bulan lalu. Dimana saat ini penurunan terbesar sudah sampai 30 persen.
"Memang ini dampak kemarau yang panjang. Namun di lain sisi perawatan yang kurang maksimal juga menjadi pengaruh tersendiri," terangnya kepada elaeis.co, Minggu (6/9).
Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi yang sedang dihadapi petani. Salah satu bentuk dukungan yang dinilai mendesak adalah bantuan pupuk serta penyediaan mesin diesel penyedot air untuk membantu menjaga ketersediaan air di areal perkebunan yang terdampak kekeringan.
Menurut Bagus, pemupukan tetap menjadi faktor penting untuk menjaga kondisi tanaman agar tetap produktif di tengah tekanan cuaca. Mereka menyarankan agar aplikasi pupuk dilakukan dengan metode kocor, yaitu melarutkan pupuk dalam air dan menyiramkannya langsung ke area perakaran tanaman. Cara ini dinilai lebih efektif membantu penyerapan unsur hara ketika kondisi tanah mengalami kekurangan kelembapan.
"Jika kemarau ini masih berlangsung lama, kita prediksi produksi juga akan turut anjlok. Kecuali jika petani melakukan perawatan ekstra," sambungnya.
Untuk itu, Bagus berharap langkah cepat dapat segera dilakukan mengingat dampak penurunan produksi tidak hanya dirasakan oleh pekebun, tetapi juga berpengaruh terhadap perputaran ekonomi di wilayah sentra sawit.
"Dukungan sarana produksi dan pengelolaan air dinilai menjadi salah satu solusi jangka pendek untuk menekan penurunan hasil panen selama musim kering berlangsung," tegasnya.***








