https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Distribusi CPO di Kalbar Tersendat, Dipicu Faktor Ini

Distribusi CPO di Kalbar Tersendat, Dipicu Faktor Ini

Perkebunan sawit di Kalbar. Foto: bpdp.or.id

Sekadau, kabarsawit.com - Distribusi minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Kalimantan Barat  khususnya di Kabupaten Sekadau saat ini menghadapi berbagai hambatan. Dampaknya hampir semua pabrik kelapa sawit (PKS) tutup sementara.

Hambatan penyaluran CPO tersebut adalah karena jumlah armada truk tangki yang terbatas di Sekadau. Sehingga saat ini para PKS berebut dalam menggunakan jasa angkut truk tangki itu 

"Saat ini PKS mau tak mau harus mengosongkan tangki penyimpanan CPO untuk dapat beroperasional seperti biasa," ujar Sekretaris Aspek-Pir Kalbar, Prasetijo Hermawan saat berbincang dengan elaeis.co, Minggu (6/9).

Sejatinya, sungai Kapuas merupakan jalur utama pengiriman CPO kelapa sawit di wilayah itu. Namun kemarau panjang membuat kondisi air sungai surut sehingga jalur itu tidak dapat dimanfaatkan.

Selain keterbatasan armada truk tangki , jarak tempuh menuju terminal penimbunan akhir juga menjadi tantangan tersendiri. Perjalanan dari pabrik menuju lokasi penimbunan membutuhkan waktu paling cepat sekitar delapan jam. Artinya, satu unit truk tangki memerlukan waktu sekitar 16 jam untuk perjalanan pulang-pergi sebelum kembali melakukan pengangkutan berikutnya.

Bukan hanya itu, kondisi infrastruktur jalan juga kurang mendukung. "Di sisi lain, pola pemasaran tandan buah segar (TBS) petani swadaya juga dinilai turut memengaruhi kondisi pasokan bahan baku ke pabrik," sambungnya.

Berbeda dengan petani plasma yang memiliki komitmen penjualan kepada pabrik mitra, petani swadaya umumnya bebas menjual hasil panennya ke berbagai pembeli sesuai pertimbangan masing-masing.

Kondisi tersebut membuat hubungan kemitraan antara petani plasma dan pabrik menjadi lebih terjamin dalam menjaga kontinuitas pasokan. Karena itu, sejumlah pihak menilai pabrik tidak dapat sepenuhnya disalahkan ketika memprioritaskan pasokan dari kebun plasma yang telah memiliki ikatan kerja sama yang jelas.***