Diapresiasi, Langkah Pemkab Bengkulu Selatan Memfasilitasi Poktan Bermitra dengan Perusahaan
Sekretaris Apkasindo Bengkulu, Jon Simamora. Foto: Dok Elaeis
Bengkulu, kabarsawit.com - Asosiasi petani kelapa sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Bengkulu mengaku mengapresiasi langkah Pemkab Bengkulu Selatan yang memfasilitasi dua kelompok tani (Poktan) untuk bermitra dengan perusahaan kelapa sawit. Ini adalah langkah yang mendukung kelapa sawit berkelanjutan, dan mendorong kesejahteraan petani.
"Kemitraan adalah langkah awal yang positif dalam membangun hubungan yang lebih kuat antara petani dan perusahaan, guna menciptakan tata kelola perkebunan yang lebih baik," ujar Sekretaris Apkasindo Bengkulu, Jon Simamora saat berbincang dengan elaeis.co, Senin (7/9).
Lanjut Jon, kemitraan bukan hanya meningkatkan akses pasar, tetapi juga menjadi jalan bagi petani untuk memperoleh harga tandan buah segar (TBS) yang lebih stabil dan kompetitif.
"Harapan kita, pola seperti ini tidak hanya terjadi di Bengkulu Selatan, tetapi juga dapat diterapkan di daerah penghasil sawit lainnya di Provinsi Bengkulu," sambungnya
Ia menilai, lima kabupaten penghasil sawit di Bengkulu perlu menjadikan langkah kemitraan di Bengkulu Selatan tersebut sebagai contoh. Bahkan pemkabnya memfasilitasi kemitraan itu. Pasalnya, saat ini petani telah memulai menerapkan prosedur budidaya sesuai standar perusahaan. Sehingga kualitas pengelolaan kebun petani semakin bagus.
"Pengelolaan kebun petani saat ini rata- rata sudah mendekati standar yang diterapkan perusahaan. Artinya sudah selayaknya petani dimitrakan dengan perusahaan" katanya.
Bukan hanya itu, tidak sedikit juga kebun kelapa di Bengkulu yang sudah melakukan peremajaan dengan program BPDP. Artinya kebun juga sudah menggunakan bibit unggul. Sayangnya, kebun PSR tadi belum bermitra, sehingga harga sawit masih dibandrol dengan harga yang sama dengan TBS biasa.
"Disamping itu, kita berharap pemerintah juga memfasilitasi untuk petani melakukan rendemen secara mandiri. Dengan begitu maka ada pembanding terhadap hasil uji rendemen yang dilakukan oleh pabrik kelapa sawit (PKS). Hal ini juga sejalan dengan ketentuan yang ada" tegasnya.
Menurutnya, semakin banyak kemitraan yang terjalin serta adanya transparansi dalam penentuan rendemen, petani memiliki posisi tawar sendiri. Ini akan mendongkrak mereka kesejahteraan pekebun sawit di Bengkulu.***








