Hilirisasi Sektor Pertanian Bisa Topang Pertumbuhan Ekonomi Bengkulu
Ilustrasi - Truk Pengangkut TBS Sawit di Bengkulu.
Bengkulu, kabarsawit.com - Kepala Bank Indonesia (BI) perwakilan Provinsi Bengkulu Darjana mendorong pemerintah daerah untuk membangun hilirisasi sektor pertanian demi menopang pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.
Darjana menyayangkan jika selama ini sektor pertanian khususnya komoditas kelapa sawit yang memiliki kontribusi pada besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp90,11 triliun pada Tahun 2022, harus diekspor keluar daerah namun tanpa melalui Provinsi Bengkulu.
"Selama ini aktivitas ekspor banyak tidak tercatat dari Bengkulu. Banyak ekspor seperti crude palm oil (CPO) justru melalui pelabuhan seperti Teluk Bayur Sumatera Barat maupun Tanjung Priok Jakarta," kata Darjana kepada kabarsawit.com, kemarin.
Padahal pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu sebesar 4,31 persen didorong dari sektor pertanian sebesar 4,5% dengan sektor sawit berkontribusi 27,69 persen terhadap pendapatan negara.
"Jika ini dimaksimalkan, bisa jadi pertumbuhan ekonomi daerah bisa di atas 5 persen," ungkap Darjana.
Untuk itu pihaknya berharap pemerintah daerah dapat menarik investor agar dapat mendirikan usahanya pada pengelolaan sektor perkebunan sawit agar menjadi berbagai produk turunan yang memiliki nilai jual ganda.
Selain itu pihaknya mendorong adanya pengembangan sarana dan prasarana pelabuhan sehingga kapal-kapal besar dengan kapasitas lebih dari 200 meter dapat bersandar di pelabuhan.
"Selama ini kita tahu kendala kapal-kapal besar yang berbasis muatan ekspor adalah pendangkalan alur pelabuhan, kapasitas sandar yang terlalu kecil, hingga gudang simpan. Jadi masih sangat terbatas sehingga banyak pemodal lebih memilih melakukan ekspor melalui pelabuhan tetangga," kata Darjana.
"Untuk itu harus ada kerja ekstra dari pemerintah daerah maupun PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) agar cita-cita daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat tercapai," kata Darjana.








