Pemerintah Targetkan Peningkatan Kontribusi Koperasi terhadap PDB Nasional: Dari 5,7% Menjadi 6,2% di 2024
Deputi Bidang Perkoperasian Kemenkop UKM Ahmad Zabadi. Foto: Bisnis Tempo
Jakarta, kabarsawit.com - Pemerintah terus berupaya meningkatkan kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dari 5,7% menjadi 6,2% pada tahun 2024. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah program koperasi modern yang berlangsung dari 2020 hingga 2023, yang kini telah mencakup 400 koperasi dan akan meningkat menjadi 500 pada tahun 2024.
Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM, Ahmad Zabadi, menyatakan bahwa program korporatisasi petani bertujuan menciptakan ekosistem hulu-hilir yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani anggota koperasi. Dalam program ini, petani berperan sebagai penyedia bahan baku, sementara koperasi bertindak sebagai konsolidator dan pencari pasar.
"Kami ingin koperasi terintegrasi dalam rantai pasok bisnis dan terhubung dengan sektor industri lainnya. Program hilirisasi koperasi kami dorong agar bisa terintegrasi dari hulu ke hilir," ujar Ahmad dalam keterangan resmi.
Selama 10 tahun terakhir, program peningkatan kualitas koperasi yang dilakukan oleh Kemenkop UKM menunjukkan hasil positif, dengan permodalan koperasi naik dari Rp 200,66 triliun pada 2014 menjadi Rp 275,06 triliun pada 2023. Jumlah koperasi mencapai 130.119 unit, dengan 23.506 usaha simpan pinjam yang terlibat dalam UU P2SK 2024, mencapai total Rp 235,7 triliun.
Kemenkop UKM juga meluncurkan pembangunan Pabrik Minyak Makan Merah (M3) berbasis koperasi, yang memberikan kepastian harga Tandan Buah Segar (TBS) kepada petani sawit dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Saat ini, sudah ada lima pabrik yang sedang dibangun oleh koperasi, dan diharapkan jumlahnya mencapai 6-8 pabrik.
Program lain termasuk Solar Untuk Koperasi (Solusi) Nelayan, yang menyediakan solar bersubsidi bagi nelayan melalui pengelolaan SPBU oleh koperasi. Program ini sudah beroperasi di 11 lokasi dengan total penyaluran mencapai 7.300 KL.
Kemenkop UKM juga melakukan revitalisasi pasar rakyat untuk mendukung pelaku usaha mikro dan kecil di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Dari tahun 2022 hingga 2024, 11 pasar telah dibangun, dengan lokasi terbaru di Kabupaten Konawe Selatan, Parigi Mountong, Jeneponto, Sintang, Maybrat, dan Musi Rawas Utara.








