https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Diperkenalkan, Sejumlah Inovasi yang Diklaim Bisa Dongkrak Produktivitas Kebun Sawit dan Hemat Biaya Operasional

Diperkenalkan, Sejumlah Inovasi yang Diklaim Bisa Dongkrak Produktivitas Kebun Sawit dan Hemat Biaya Operasional

Jakarta, kabarsawit.com – Industri kelapa sawit terus mencari cara untuk meningkatkan produktivitas kebun sekaligus menekan biaya operasional di tengah tantangan bisnis yang semakin kompleks. 

Menjawab kebutuhan tersebut, Biochem by PT Prasetia Dwidharma menghadirkan sejumlah solusi berbasis inovasi yang diklaim mampu membantu meningkatkan kinerja sektor sawit dari hulu hingga hilir.

Solusi tersebut diperkenalkan melalui keikutsertaan Biochem dalam dua ajang industri sawit yang berlangsung pada awal Agustus 2026, yakni Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026 di Pekanbaru, Riau, serta 9th Borneo Forum 2026 di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Head of Business Development Biochem PT Prasetia Dwidharma Ismy Agustin mengatakan, kebutuhan industri sawit di setiap daerah memiliki karakter yang berbeda. 

Karena itu, perusahaan menghadirkan solusi yang disesuaikan dengan kondisi lapangan, mulai dari peningkatan produktivitas tanaman hingga efisiensi operasional pabrik kelapa sawit (PKS).

"Baik di Riau maupun Kalimantan, kami ingin menghadirkan solusi yang menjawab kebutuhan spesifik masing-masing wilayah, mulai dari produktivitas kebun hingga efisiensi operasional kebun dan pabrik, sebagai bagian dari komitmen kami mendukung keberlanjutan industri sawit nasional dari hulu hingga hilir," ujar Ismy.

Salah satu produk yang diperkenalkan adalah Protecrop, solusi berbasis bahan alami yang ditujukan untuk membantu meningkatkan proses penyerbukan tanaman kelapa sawit.

Masalah penyerbukan menjadi salah satu tantangan yang dapat memengaruhi hasil produksi kebun. Ketika proses penyerbukan tidak optimal, pembentukan buah atau fruit set bisa menurun sehingga berdampak pada produktivitas tandan buah segar (TBS).

Melalui Protecrop, Biochem menawarkan pendekatan untuk membantu meningkatkan keberhasilan pembentukan buah sehingga potensi produksi kebun dapat lebih maksimal.

Selain solusi untuk sektor hulu, Biochem juga memperkenalkan Imagina, aditif biosolar berbasis minyak atsiri yang dirancang untuk membantu menjaga kualitas bahan bakar sekaligus meningkatkan performa mesin.

Produk ini menyasar kebutuhan operasional perkebunan dan pabrik kelapa sawit yang banyak bergantung pada alat berat, genset, serta berbagai mesin produksi.

Pada ajang 9th Borneo Forum 2026 yang mengangkat tema Resilience, Innovation, and Transformation, Biochem kembali menampilkan Imagina sebagai solusi untuk mendukung efisiensi operasional industri sawit.

Perusahaan menyebut efektivitas Imagina telah diuji selama lebih dari 45.000 jam pada berbagai alat berat dan generator. Pengujian tersebut juga diklaim telah mendapatkan validasi dari laboratorium independen LEMIGAS serta SOS Trakindo.

Menurut Biochem, penggunaan solusi pendukung operasional seperti aditif bahan bakar dapat membantu menjaga performa mesin, meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar, serta mengurangi potensi gangguan akibat penurunan kualitas operasional.

Sementara itu, Protecrop menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas kebun sawit melalui dukungan terhadap proses biologis tanaman.

Kehadiran berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa industri sawit tidak hanya bergantung pada perluasan lahan, tetapi juga mulai bergerak menuju peningkatan produktivitas melalui teknologi dan efisiensi.

Dengan tantangan seperti tuntutan keberlanjutan, peningkatan biaya produksi, hingga kebutuhan menjaga daya saing global, solusi yang mampu meningkatkan hasil kebun dan mengoptimalkan operasional pabrik menjadi semakin penting.

Melalui partisipasi di berbagai forum industri, Biochem berharap inovasi yang dikembangkan dapat menjadi bagian dari transformasi industri sawit Indonesia agar semakin produktif, efisien, dan berkelanjutan.***