https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Selain Hadiah Uang, Proposal Terbaik dalam Lomba Riset Sawit juga akan Memperoleh Pendanaan untuk Merealisasikan Penelitian

Selain Hadiah Uang, Proposal Terbaik dalam Lomba Riset Sawit juga akan Memperoleh Pendanaan untuk Merealisasikan Penelitian

Ilustrasi riset. Foto: bpdp.or.id

Jakarta, kabarsawit.com– Kabar gembira bagi mahasiswa Indonesia yang memiliki ide penelitian inovatif. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) resmi membuka Lomba Riset Tingkat Mahasiswa 2026 dengan hadiah utama mencapai Rp50 juta. 

Tak hanya memperebutkan total hadiah senilai Rp110 juta, peserta juga berpeluang memperoleh pendanaan riset, pendampingan dari peneliti profesional, hingga kesempatan mempublikasikan hasil penelitian di jurnal ilmiah.

Program ini menjadi salah satu upaya BPDP dalam mendorong lahirnya inovasi dan teknologi baru yang mampu menjawab berbagai tantangan di sektor perkebunan nasional, terutama pada komoditas strategis seperti kelapa sawit, kakao, dan kelapa.

Lomba tersebut terbuka bagi mahasiswa aktif jenjang Diploma maupun Sarjana dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia. BPDP berharap kompetisi ini dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk menghasilkan solusi berbasis riset yang tidak hanya bermanfaat bagi dunia akademik, tetapi juga mampu diterapkan langsung oleh industri dan masyarakat.

Berbeda dengan kompetisi karya tulis ilmiah pada umumnya, BPDP tidak hanya memberikan penghargaan berupa uang tunai. Proposal terbaik akan memperoleh pendanaan untuk merealisasikan penelitian sehingga gagasan yang diusulkan tidak berhenti di atas kertas.

Selain itu, peserta terpilih akan mendapatkan pendampingan dari tim peneliti dan pakar sesuai bidangnya. Hasil riset yang dinilai berkualitas juga berpeluang dipublikasikan melalui jurnal maupun forum ilmiah, sehingga dapat menjadi referensi bagi pengembangan sektor perkebunan Indonesia di masa depan.

BPDP menetapkan tujuh bidang prioritas yang dapat dipilih peserta dalam menyusun proposal penelitian. Ketujuh bidang tersebut meliputi bioenergi, biomaterial dan oleokimia, pangan, pakan dan kesehatan, lahan, tanah dan budidaya, pascapanen dan pengolahan, pengolahan limbah dan lingkungan, serta sosial ekonomi, manajemen, bisnis, pasar, dan teknologi informasi.

Meski tema yang diberikan cukup luas, BPDP menegaskan seluruh proposal harus memiliki keterkaitan yang kuat dengan pengembangan komoditas perkebunan nasional. Fokus utama diarahkan pada penelitian yang mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, keberlanjutan (sustainability), maupun menciptakan produk serta pasar baru yang bernilai ekonomi tinggi.

Komoditas yang menjadi perhatian dalam kompetisi ini meliputi kelapa sawit, kakao, dan kelapa. Ketiga komoditas tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional sehingga membutuhkan inovasi berkelanjutan dari kalangan akademisi.

Agar dapat mengikuti kompetisi ini, peserta harus memenuhi sejumlah persyaratan. BPDP hanya menerima mahasiswa yang masih berstatus aktif pada jenjang Diploma atau Sarjana dan tidak sedang dalam kondisi terancam drop out (DO), yang dibuktikan melalui surat keterangan resmi dari perguruan tinggi.

Pendaftaran dilakukan secara berkelompok dengan jumlah anggota sebanyak tiga hingga lima mahasiswa, termasuk seorang ketua tim. Setiap kelompok juga wajib didampingi oleh satu dosen pembimbing selama proses penelitian berlangsung.

Proposal yang diajukan harus memperoleh persetujuan resmi dari perguruan tinggi melalui lembar pengesahan. Selain itu, penelitian wajib bersifat orisinal, belum pernah memperoleh pendanaan dari lembaga lain, serta dibuktikan dengan surat pernyataan yang ditandatangani ketua peneliti.

BPDP juga menegaskan bahwa penelitian yang diikutsertakan harus merupakan riset baru, bukan proyek yang sedang berjalan. 

Ketentuan ini bertujuan agar seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan ide dan inovasi terbaik.

Mahasiswa yang ingin mengikuti kompetisi ini dapat mengajukan proposal secara daring melalui laman lombariset.bpdp.or.id. 

Seluruh dokumen persyaratan, mulai dari proposal penelitian hingga dokumen administrasi, harus diunggah sebelum batas akhir pendaftaran pada 31 Oktober 2026.

Bagi mahasiswa yang memiliki ide inovatif di bidang perkebunan, kompetisi ini menjadi kesempatan langka. Selain memperoleh dukungan finansial untuk penelitian, peserta juga dapat memperluas jejaring dengan mahasiswa peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan berkolaborasi dengan para ahli di bidangnya.

BPDP telah menyiapkan hadiah menarik bagi para pemenang. Juara pertama akan memperoleh uang pembinaan sebesar Rp50 juta, disusul juara kedua sebesar Rp35 juta, dan juara ketiga sebesar Rp25 juta.

Besarnya hadiah tersebut diharapkan mampu memotivasi mahasiswa untuk menghasilkan penelitian yang benar-benar berkualitas, aplikatif, dan mampu menjawab tantangan sektor perkebunan nasional. Di tengah kebutuhan akan inovasi untuk meningkatkan produktivitas serta keberlanjutan industri perkebunan Indonesia, riset dari kalangan mahasiswa dinilai dapat menjadi salah satu sumber solusi baru.

Karena itu, mahasiswa yang memiliki gagasan kreatif dan ingin berkontribusi bagi kemajuan perkebunan nasional sebaiknya tidak melewatkan kesempatan ini. 

Selain berpeluang membawa pulang hadiah puluhan juta rupiah, para peserta juga berkesempatan menghasilkan karya ilmiah yang dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan sektor perkebunan Indonesia di masa mendatang.***