Berbeda dengan TBS, Harga Bibit Sawit Masih Stabil
Penangkar bibit sawit berkualitas di Bengkulu. Foto: Dirgantara
Bengkulu, kabarsawit.com - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit terus mengalami fluktuasi mengikuti harga CPO dunia. Meski begitu, harga bibit sawit cenderung stabil, bahkan terus mengalami kenaikan setiap tahunnya.
Saat ini, harga bibit kelapa sawit per batang sekitar Rp 22 ribu hingga Rp 35 ribu.
"Mengamati situasi pasar saat ini, kita melihat bahwa harga TBS kelapa sawit mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Namun berbeda dengan harga bibit sawit yang terus mengalami kenaikan," kata Pengamat Pertanian Bengkulu, Zainal Muktamar saat berbincang dengan kabarsawit.com, kemarin.
Zainal menjelaskan fluktuasi harga TBS kelapa sawit dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi dan cuaca. Permintaan yang tinggi dari pasar International, kebijakan impor dari negara tujuan, serta keadaan iklim yang tidak stabil menjadi pemicu perubahan harga.
Sementara di sisi lain, harga bibit sawit tidak terpengaruh oleh hal-hal tersebut.
"Meskipun fluktuasi harga TBS kelapa sawit menjadi tantangan bagi petani dan industri kelapa sawit, harga bibit kelapa sawit cenderung stabil dan bahkan mengalami kenaikan," jelas Zainal.
Menurut Zainal, petani sawit harus mampu membudidayakan tanaman sawit unggul. Teknik budidaya yang dilakukan yakni dengan membeli kecambah sawit dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit.
"Ini memberikan kesempatan bagi petani untuk memperoleh keuntungan lebih besar melalui budidaya tanaman kelapa sawit," tuturnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa petani kelapa sawit di Bengkulu mulai beralih fokus pada budidaya tanaman kelapa sawit yang berkualitas. Hal ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap fluktuasi harga TBS kelapa sawit yang tidak terprediksi.
"Saat ini, harga bibit kelapa sawit per batang telah mencapai angka yang cukup tinggi, yaitu antara Rp 22 ribu hingga Rp 35 ribu. Namun, para petani melihat ini sebagai investasi jangka panjang yang akan memberikan hasil yang lebih baik di masa depan," pungkasnya.








