Pemprov Bengkulu Ingatkan Petani Bahaya Beli Benih Sawit di Toko Online
Benih sawit bersertifikat.
Bengkulu, kabarsawit.com - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu mengingatkan petani kelapa sawit agar berhati-hati membeli benih melalui toko online.
Sebab, puluhan produsen benih sawit unggul di Indonesia tidak menggunakan toko online sebagai media penjualan bibit sawit unggul.
"Kami mendorong petani sawit pemula untuk tidak membeli benih sawit melalui toko online. Lebih baik memperoleh benih langsung dari produsen resmi atau melalui lembaga terpercaya," kata Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi, kemarin.
Meski demikian, bagi petani yang tetap ingin membeli benih sawit unggul secara online, ada layanan yang disediakan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) yakni Mysawit dan Powitra. Melalui layanan ini, petani dapat mengajukan pemesanan bibit sawit dengan menggunakan KTP, sertifikat tanah, serta Surat Keterangan Tidak Teguran (SKT) dengan minimum pemesanan sebanyak 400 benih.
"Kami menyadari bahwa beberapa petani mungkin menginginkan kemudahan dalam membeli benih sawit secara online. Oleh karena itu, PPKS Medan telah menyediakan platform yang dapat memfasilitasi kebutuhan mereka. Namun, kami tetap mengimbau agar petani lebih berhati-hati dalam memilih penjual online dan memastikan keaslian benih yang mereka beli," kata Rosmala.
Seiring dengan maraknya penjualan benih sawit secara online, banyak petani yang menjadi korban penipuan dengan mendapatkan benih yang tidak sesuai dengan standar. Dalam beberapa kasus, petani menerima benih sawit yang tidak berkualitas atau bahkan tidak tumbuh sama sekali.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu telah melakukan kerja sama dengan produsen benih sawit unggul resmi untuk memberikan penawaran benih berkualitas kepada petani sawit pemula.
Selain itu, dinas tersebut juga mengadakan sosialisasi kepada petani mengenai risiko membeli benih melalui toko online yang tidak terpercaya.
"Kami telah bekerja sama dengan produsen benih sawit unggul yang terpercaya untuk memberikan penawaran benih berkualitas kepada petani kami. Kami juga mengadakan sosialisasi kepada petani tentang risiko membeli benih melalui toko online yang tidak terjamin keasliannya. Hal ini dilakukan agar petani dapat memperoleh benih yang sesuai dengan standar dan tidak merugi," jelasnya.
Dinas berharap petani kelapa sawit lebih berhati-hati dalam membeli benih sawit, terutama melalui toko online. Keaslian dan kualitas benih harus menjadi perhatian utama agar petani dapat mengoptimalkan produksi kelapa sawit mereka dan mencapai hasil yang memuaskan.
"Kami minta petani sawit pemula lebih berhati-hati dalam membeli benih sawit melalui toko online agar terhindar dari benih palsu," tutupnya.








