Harga Sawit Stagnan di Bengkulu, Pinang Rp6 Ribu per Kg
Petani pinang di Bengkulu.
Bengkulu, kabarsawit.com - Harga kelapa sawit di Provinsi Bengkulu terus mengalami stagnasi dengan kisaran harga Rp 1.750 per kilogram. Sementara terjadi kenaikan signifikan pada harga komoditas pinang yang telah mencapai Rp 6 ribu per kilogram. Meskipun pasar kelapa sawit lebih besar dibandingkan dengan pasar pinang, harga kelapa sawit masih tertahan.
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Bengkulu, Edy Mashuri mengatakan, sawit merupakan salah satu komoditas unggulan Provinsi Bengkulu, namun harga komoditas ini masih kalah dengan pinang. Bahkan harga pinang di Bengkulu saat ini mencapai Rp 6 ribu per kilogram. Padahal kelapa sawit memiliki market yang lebih besar dibandingkan pinang.
"Terkadang kita bingung, banyak komoditas selain kelapa sawit seperti pinang itu harganya bisa mahal, nah ini kelapa sawit sudah puluhan tahun harganya masih segitu saja," ujar Edy, kemarin.
Meskipun pasar kelapa sawit lebih besar dibandingkan dengan pinang, tetapi harga kelapa sawit tidak sebanding dengan peran dan potensi pasar tersebut. Hal ini mengindikasikan harga TBS kelapa sawit di Indonesia itu ada yang mengendalikan.
"Kami menduga ada permainan harga sawit, ketika harga komoditas lainnya naik luar biasa, kelapa sawit harganya tetap segitu saja, kan aneh," tutur Edy.
Ia berharap, pemerintah daerah dan stakeholder terkait di Bengkulu dapat mencari solusi dalam mengatasi permasalahan harga kelapa sawit ini. Dirinya mendorong pemerintah dan stakeholder melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti Asosiasi Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi harga dan mencari langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkannya.
"Harapannya, dengan adanya upaya yang komprehensif dan kerjasama yang baik antara pemerintah, pelaku usaha, dan petani, harga kelapa sawit di Bengkulu dapat mengalami kenaikan yang signifikan di masa mendatang. Seiring dengan itu, para petani dan pelaku usaha di sektor kelapa sawit dapat meraih keuntungan yang lebih baik, sejalan dengan peran penting pasar kelapa sawit di Provinsi Bengkulu," tutupnya.








