https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Bye-bye Sawit! Permintaan Warga Mukomuko akhirnya Dikabulkan BWS Sumatera VII Bengkulu

Bye-bye Sawit! Permintaan Warga Mukomuko akhirnya Dikabulkan BWS Sumatera VII Bengkulu

Ilustrasi-petani kelapa sawit.

Bengkulu, kabarsawit.com - Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII Bengkulu saat ini tengah membangun jaringan tersier di areal lahan sawah yang terlanjur alih fungsi ke sawit di SP7 Desa Rawa Mulya, Kecamatan Air Manjuto, Kabupaten Mukomuko. Jaringan ini sepanjang 400 meter dan lebar 120 Cm dengan kedalaman 80 Cm.

Pembangunan jaringan tersier ini merupakan permintaan warga di daerah itu yang berencana kembali mengubah lahan sawit ke persawahan.

Ketua Kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Talang Sari Dusun Baru Pelokan, Yos Ariyos mengatakan, pembangunan jaringan irigasi ini dikerjakan secara swakelola oleh kelompok tani.

‘’Pada akhir Mei lalu, Kepala BWSS Bengkulu langsung turun ke lokasi lahan sawah yang selama ini terlanjur alih fungsi ke sawit. Sebagian ada juga yang menjadi lahan tidur karena terkendala air. Atas permintaan petani yang ingin kembali alih fungsi ke sawah lagi, BWSS langsung tanggap. Sudah dua minggu ini pelaksanaan pembangunan jaringan irigasi tersier,’’ kata Yos, kemarin.

Yos Ariyos tidak menampik bahwa sudah banyak lahan sawah baik yang masuk di areal Dusun Baru Pelokan, maupun di SP7 Rawa Mulya dialih fungsi ke sawit karena terkendala air. Dengan adanya pembangunan jaringan irigasi tersier ini, bagi lahan petani yang terjangkau sumber air, sudah biasa kembali mengubah jadi persawahan.

"’Yang dipegang janji. Waktu itu kita dengar langsung ketika Kepala BWSS jumpa dengan petani di sini, bakal bikin irigasi ini. Para petani pun siap menebang sawit dan kembali menjadikan areal persawahan. Artinya janji itu mulai ditepati,’’ jelasnya.

Di samping itu, Yos Ariyos berharap pihak BWS Sumatera VII Bengkulu juga melanjutkan pembangunan jaringan irigasi di semua wilayah tersebut. Menurutnya, jika sumber air memadai, bakal banyak petani sawit lainnya yang beralih ke sawah.

"Faktor utama yang menyebabkan mereka (petani) menanam sawit di lahan sawah, karena selama ini tidak ada sumber air yang memadai. Dari pada jadi lahan tidur, maka warga di sini lebih memilih jalan pintas, dengan menanam tanaman lain,"  ujar Yos Ariyos.