https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Harga CPO Dapat Naik Jika PKS Berbasis Green Fuel?

Harga CPO Dapat Naik Jika PKS Berbasis Green Fuel?

Ilustrasi Green Fuel, foto : sciencedirect

Jakarta, kabarsawit.com - Perang Rusia-Ukraina, anomali iklim El-Nino, pandemi COVID-19, dan penerapan B30 di Indonesia adalah beberapa penyebab mengapa harga minyak mentah dan nabati global saat ini meningkat pesat. Selain itu, harga minyak sawit di seluruh dunia telah meningkat sejak pertengahan tahun 2020. Namun, supply shock yang disebabkan oleh beberapa faktor tersebut menyebabkan penurunan produksi minyak sawit dan peningkatan harga, yang dapat berdampak pada perbedaan harga dan kelangsungan program.

Akibatnya, diperkirakan adanya perbedaan HIP Biodiesel dan HIP Solar yang semakin kecil. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk mendorong upaya biodiesel di Indonesia. Biodiesel bukan hanya bisa mencapai tujuan kemandirian energi, menyehatkan neraca perdagangan, dan mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi juga dapat mengatasi problematika petani sawit Indonesia.

Menurut jurnal Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute yang ditulis oleh Dr. Ir. Tungkot Sipayung, penurunan harga CPO global dalam beberapa tahun terakhir harus diatasi dengan membangun PKS berbahan bakar hijau (greenfuel) di sekitar petani sawit. Untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit rakyat, yang saat ini hanya menerima sekitar 60 hingga 70 persen dari harga TBS tingkat PKS, juga diperlukan reformulasi harga TBS.

Meskipun penurunan harga CPO global tidak signifikan bagi ekonomi Indonesia, pemerintah harus mengambil kebijakan yang tepat untuk meningkatkan penyerapan minyak sawit di dalam negeri dengan memperluas penerapan biodiesel yang diwajibkan ke sektor non-PSO. Dengan demikian, perlu adanya penguatan industri sawit melalui hilirisasi dan penelitian kreatif untuk menghasilkan green gasoline, green diesel, dan green avtur.

Harga CPO global dan industri sawit nasional sangat dipengaruhi oleh harga minyak dan BBM. Jika harga BBM turun, orang mungkin lebih suka membeli CPO. Hal ini akan berlanjut pada ekspor CPO Indonesia yang mulai beralih ke negara-negara importir minyak seperti China dan India. Setelah kenaikan harga CPO pada pertengahan 2016, industri sawit nasional memiliki harapan yang lebih baik. Namun, prediksi harga CPO dunia pada tahun 2019 masih menghadapi ancaman El Nino pada bulan Juli 2019.

Dalam hal ini, pemerintah dan para pelaku industri sawit harus bekerja sama untuk memecahkan masalah harga CPO global dan menemukan solusi yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan petani sawit dan mengembangkan industri sawit nasional yang lebih maju dan berkelanjutan. Sehingga, industri sawit masih dapat berkontribusi positif pada perekonomian Indonesia.