Ini 10 Kabupaten Paling Tajir dari DBH Sawit, Masih Didominasi Kalimantan dan Riau
Ilustrasi DBH sawit. Foto: int
Jakarta, kabarsawit.com - Kabupaten-kabupaten di Kalimantan dan Sumatra masih menjadi penerima terbesar Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit dari pemerintah pusat.
Berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran Transfer Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Tahun Anggaran 2025 yang dikutip elaeis.co, seluruh penerima terbesar berasal dari luar Pulau Jawa.
Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menjadi daerah dengan penerimaan DBH Sawit terbesar, yakni sekitar Rp18,13 miliar.
Berikut daftar lengkap 10 kabupaten penerima DBH Sawit terbesar tahun anggaran 2025:
Temukan lebih banyak
1. Kabupaten Ketapang (Kalimantan Barat) – Rp18,13 miliar
2. Kabupaten Kampar (Riau) – Rp17,43 miliar
3. Kabupaten Kotawaringin Timur (Kalimantan Tengah) – Rp16,67 miliar
4. Kabupaten Rokan Hulu (Riau) – Rp15,64 miliar
5. Kabupaten Kutai Timur (Kalimantan Timur) – Rp15,16 miliar
6. Kabupaten Berau (Kalimantan Timur) – Rp14,68 miliar
7. Kabupaten Pelalawan (Riau) – Rp14,39 miliar
8. Kabupaten Kutai Kartanegara (Kalimantan Timur) – Rp14,01 miliar
9. Kabupaten Siak (Riau) – Rp13,69 miliar
10. Kabupaten Bengkalis (Riau) – Rp13,32 miliar
Data tersebut menunjukkan bahwa aliran DBH Sawit masih terkonsentrasi di wilayah yang menjadi sentra perkebunan kelapa sawit nasional.
Kalimantan dan Riau mendominasi daftar penerima karena memiliki luas perkebunan dan aktivitas industri sawit yang tinggi.
DBH Sawit merupakan bagian dari Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam (DBH SDA) yang bersumber dari penerimaan negara atas pungutan ekspor sawit dan produk turunannya.
Dana tersebut kemudian disalurkan kepada daerah sesuai ketentuan pemerintah untuk mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah penghasil sawit.***








