https://www.kabarsawit.com


Copyright © kabarsawit.com
All Right Reserved.

Alih Fungsi Kebun Karet ke Sawit Naik Signifikan, Harga Sawit Swadaya Terancam

Alih Fungsi Kebun Karet ke Sawit Naik Signifikan, Harga Sawit Swadaya Terancam

Analis PSP Madya Disbun Sumsel H Rudi Arpian, foto : Dok Kabar Sawit

Palembang, kabarsawit.com - Sejauh ini, alih fungsi kebun karet di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masih berlangsung. Lajunya bahkan dianggap cukup signifikan.

Menurut Analis PSP Madya Disbun Sumsel H Rudi Arpian, pengalihan fungsi ini akan membahayakan harga kelapa sawit petani swadaya secara signifikan, dengan perkiraan harga akan turun dalam 2-3 tahun mendatang.

“Ini harus diwaspadai sejak sekarang. Ya, kemungkinan besar akan mempengaruhi harga sawit swadaya jika alih komoditi itu tidak direspons dengan cepat,” ungkapnya, Kamis (10/8).

Menurut catatan, harga kelapa sawit swadaya saat ini di bawah Rp.2000/kg, atau sekitar Rp.1600–Rp.1800/kg. Harga ini cenderung lebih tinggi daripada harga penetapan yang ditetapkan untuk petani plasma atau mitra perusahaan, yang akan mencapai Rp2.301,83/kg hingga pertengahan Agustus mendatang.

Rudi mengungkapkan bahwa untuk memastikan kelangsungan hidup perkaretan di Sumsel, ada sejumlah faktor yang dapat menghambat perkembangan alih komoditi karet ke kelapa sawit.

Pertama, kebun karet harus diperbarui. Banyak petani mengeluhkan bahwa kebun mereka telah berusia tua, menyebabkan produksi menurun. Petani karet berharap dapat meremajakan kebun mereka sendiri.

Selain itu, untuk meningkatkan produktifitas pohon karet, harus disubsidinya pupuk. Harga pupuk yang dibutuhkan petani untuk merawat kebun karet mereka sangat tinggi, bahkan di atas harga normal.

Terakhir, penyakit gugur daun, yang telah menjadi ancaman bagi petani karet, harus menjadi perhatian utama pemerintah.

“Ada dua keuntungan jangka panjang dari solusi ini. Di antaranya, harga karet tetap rendah, tetapi peningkatan produksi dapat mengurangi keinginan untuk mengambil alih fungsi komoditi. Akibatnya, harga sawit swadaya tidak terancam jatuh karena supply-demand yang tidak seimbang,” pungkasnya.