Bursa CPO Belum Juga Launching, Ketua Aspek-PIR : Kita Tunggu Saja
Ketua Umum Aspek-PIR, Setiyono, foto : Dok Kabar Sawit
Jakarta, kabarsawit.com - Bursa CPO atau Bursa Komoditi yang dijanjikan peluncurannya pada bulan Juni lalu hingga kini belum juga terwujud. Tentu saja, program yang dicanangkan oleh Menteri Perdagangan dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ini telah menarik banyak perhatian para pelaku bisnis kelapa sawit.
Menurut Ketua Umum Aspek-PIR, Setiyono, jika program ini punya niat yang baik untuk petani, pasti akan diluncurkan. "Ya, kalau pemerintah sudah bertekad dan langkahnya baik untuk petani, pasti akan diluncurkan. Kita tunggu saja," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan kabarsawit.com pada hari Kamis (14/9).
Namun, Setiyono juga tidak memungkiri implementasi bursa CPO, jika sudah diluncurkan, akan cukup menantang. Hal ini dikarenakan pasar CPO belum memiliki batasan yang jelas.
"Untuk Malaysia, pasar dan perhitungannya sudah jelas. Tapi kalau kita bicara peningkatan harga CPO Indonesia, maka kami dukung ide tersebut. Karena itu akan berujung pada kenaikan harga buah kelapa sawit bagi petani,” tandasnya.
Di sisi lain, untuk meningkatkan produksi CPO Indonesia, Setiyono menilai pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) sangat dibutuhkan. Terutama di daerah-daerah yang memiliki perkebunan kelapa sawit yang luas dan di daerah-daerah yang menjadi sentra kelapa sawit. Apalagi jika pabrik kelapa sawit di daerah tersebut masih sedikit.
"Membangun pabrik kelapa sawit adalah ide yang cemerlang dan sangat baik karena dapat membantu petani kecil,” jelasnya.
Pembangunan PKS dapat meningkatkan harga TBS di daerah tersebut. “Dalam jangka panjang, kesejahteraan petani kelapa sawit terjamin. Selain itu, akan berdampak pada pembangunan daerah," tambah Setiyono.








